Kamis, 24 April 2014 | 16:48 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Penjaga Pintu Sampah Telah 4 Bulan Tak Digaji
Headline
(Foto : istimewa)
Oleh: Anton Hartono
metropolitan - Rabu, 15 Mei 2013 | 20:38 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Jika Satpam dan petugas kebersihan di Rusun Pinus Elok, Cakung, Jakarta Timur, kemarin nekat 'menyandera' penghuni Rusun karena belum menerima gaji selama dua bulan, nasib serupa juga dialami oleh penjaga pintu saringan sampah otomatis di PGC Cililitan Jakarta Timur. Para operator saringan sampah itu mengaku belum menerima gaji sejak bulan Februari lalu.

"Tahun ini kami baru menerima gaji bulan Januari, tapi itu juga besarnya tidak sama seperti yang dijanjikan," ujar Iwan Maulana, salah seorang penjaga pintu saringan sampah, Rabu (15/5/2013).

Iwan menjelaskan, sebelumnya ia dan rekan-rekannya dijanjikan akan mendapatkan kenaikan gaji pada tahun 2013, dari sebelumnya Rp1,5 juta menjadi Rp2,2 juta. Namun, bukan menikmati kenaikan gaji seperti yang dijanjikan, justru selama empat bulan terakhir mereka sama sekali tidak menerima gaji.

"Kami tidak tahu kenapa gaji kami belum dibayarkan. Memang kalau masalah keterlambatan, waktu jaman Pak Foke jadi gubernur juga pernah terlambat, tapi saat itu ada kepastian kapan akan dibayar dan mengapa terlambat. Kalau saat ini, kami sama sekali tidak tahu dan tidak ada penjelasan," jelasnya.

Iwan mengatakan ia dan rekan-rekannya telah menanyakan hal ini ke Kantor Dinas PU DKI Jakarta, namun mereka harus kecewa, karena selain tidak mendapat kepastian kapan hak mereka dibayar. "Kami cuma disuruh bersabar, kalau cuma bersabar ya bisa, tapi sampai kapan, keluarga kami kan juga perlu makan dan biaya," tegasnya.

Ia melanjutkan, meski berstatus sebagai pekerja harian lepas (PHL), namun dirinya tetap bekerja dengan sistem dua shift kerja. "Kita hanya minta kejelasan. Infonya Gubernur kan sudah mencairkan anggaran tapi, kenapa gaji kami belum dibayar. Sementara penjaga pompa sudah. Di Jakarta Timur ada sekitar 30 penjaga pintu saringan sampah otomatis yang bernasib sama seperti saya," katanya.

Iwan menambahkan, selama empat bulan tidak digaji, ia maupun rekan-rekan lainnya mencari cara agar tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. "Ada yang ngojek di sela-sela waktu kerja, ada yang mengandalkan warungnya. Pokoknya masing-masing punya cara agar dapurnya tetap ngebul," tandasnya.[bay]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.