Rabu, 23 April 2014 | 22:02 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Warga Bingung, e-KTP Tak Boleh Difotocopy
Headline
e-KTP - (inilah.com/Ardhy Fernando)
Oleh: Anton Hartono
metropolitan - Rabu, 15 Mei 2013 | 12:56 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Sejumlah warga yang tinggal di kawasan Kampung Melayu mengaku bingung dengan imbauan pemerintah yang tidak boleh memfotocopy e-KTP dengan alasan dapat merusak fisik kartu dan chip yang menyimpan data si pemegang e-KTP.

Terlebih lagi, imbauan itu baru sampai ke telinga warga setelah e-KTP sudah disebar sejak beberapa bulan lalu. Alhasil, sebagian besar warga sudah berulangkali memfotocopy e-KTP miliknya untuk berbagai keperluan.

"Saya baru tahu kalau e-KTP nggak boleh difotocopy. Karena e-KTP saya sudah berkali-kali difotocopy untuk melamar kerja," ujar Ita (20) warga Kampung Melayu, Rabu (15/5/2013).

Menurutnya, pemerintah lalai dalam setiap melaksanakan program KTP elektronik. Karena tidak memikirkan efek dari program terbaru tersebut. Dengan imbauan pemerintah yang melarang untuk memfotocopy e-KTP membuat dirinya bingung karena e-KTP miliknya sudah berkali-kali difotocopy sejak dimiliki beberapa bulan lalu.

"KTP kan sebagai kartu identitas, pasti dibutuhkan untuk setiap keperluan, makanya harus difotocopy. Apalagi kalau sampai hilang, paling nggak kan harus pegang fotocopy nya," tambahnya.

Berdasarkan imbauan dari pemerintah yang diedarkan ke masyarakat memeberitahukan bahwa e-KTP dilarang untuk difotocopy atau distaples. Karena hal itu akan merusak chip yang merupakan data-data dari si pemegang e-KTP.

Namun hal itu dibantah oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yang mengatakan e-KTP boleh difotocopy namun tidak boleh di stapler. Hal itu berdasarkan uji e-KTP pernah dilakukan LIPI, selama dua tahun mulai 2009-2010.

"Jadi suatu objek rusak karena difotocopy sangat kecil kemungkinannya," kata peneliti bidang Electro-Magnetic Compatibility (EMC) Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (P2SMTP) LIPI, Aditia Nur Bakti, melalui situs resmi lipi.go.id.

Aditia menjelaskan, pada saat menggunakan mesin fotocopy objek yang akan difotocopy di atas kaca, ditutup oleh penutup mesin. Sesaat setelah penutup mesin ditutup, selanjutnya mesin akan melakukan scanning permukaan kacanya dengan menggunakan cahaya, yang selanjutnya akan dicetak.

"Objek yang difotocopy hanya akan terpapar oleh cahaya dan sebagian pengaruh emisi radiasi dari mesin fotokopi yang besarnya mungkin tidak signifikan dan objek yang difotocopy tersebut tidak terlalu terkena panas, karena yang panas biasanya hasilnya," ujar Aditia.

Aditia menyebutkan e-KTP terdiri dari tiga bagian, yakni bagian atas, tengah, dan bawah. Bagian bawah sama dengan bagian atas yang dilapisi plastik. Sementara bagian tengah harus diperhatikan karena terdapat chip Radio Frequency Identification (RFID) dan antena.

RFID menggunakan frekuensi radio medan elektromagnetik (EMC) untuk mentransfer data secara wireless, biasanya digunakan untuk mengidentifikasi suatu chip yang ditanamkan pada suatu objek secara otomatis.

Chip RFID menyimpan berbagai informasi suatu objek secara elektronik, data-data ini kemudian dapat dibaca dengan menggunakan RFID reader yang sesuai. "Jadi sebenarnya e-KTP difotocopy berkali-kali pun, secara teknis sebenarnya tidak ada masalah," tandasnya.[bay]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
kosin
Rabu, 15 Mei 2013 | 14:10 WIB
Hehehe..... Jadi bingung
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.