Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Januari 2015 | 10:21 WIB
Hide Ads

Dikritik Staf Mendagri

Ahok: Okelah, Banyak Yang Bilang Aku Arogan

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Jumat, 10 Mei 2013 | 16:02 WIB
Ahok: Okelah, Banyak Yang Bilang Aku Arogan
Wagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama - (Foto: inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menjawab kritikan yang dilontarkan staf ahli Kementerian Dalam Negeri Bidang Hukum, Politik, dan Hubungan Antar lembaga, Reydonnyzar Moenek, terkait pernyataannya terhadap pembuatan e-KTP.

Pria yang akrab disapa Ahok itu mengatakan, ia bukan tidak setuju dengan penerbitan e-KTP. Namun secara pribadi, dirinya hanya ingin agar pembuatan e-KTP bisa dengan harga murah melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD).

"Saya bilang secara pribadi. Saya setuju program e-KTP, tapi dilakukan dengan cara murah melalui BPD. Itu saja. Saya sekadar ngomong itu saja," ujarnya di Balaikota, Jumat (10/5/2013).

Terkait kritikan yang disampaikan oleh Staf Ahli Kemendagri, yang mengatakan jika Wagub DKI arogan dan tidak tahu aturan, Ahok memilih tidak banyak berkomentar, ia pun hanya menjawab dengan santai kritikan tersebut.

"Okelah banyak yang bilang aku arogan. Sudah terlalu banyak yang bilang aku arogan. Okelah," tandasnya.

Sebelumnya, Staf Ahli Mendagri bidang Hukum, Politik dan Hubungan Antarlembaga Kemendagri, Reydonnyzar Moenek mengatakan bahwa Wagub DKI Basuki T Purnama, tidak mengerti aturan. Hal tersebut terkait pernyataan Ahok yang terkesan menentang penerapan e-KTP sejak dirinya masih berstatus anggota Komisi II DPR RI, ditambah Ia menyebutkan Kemendagri membuang uang triliunan rupiah untuk proyek e-KTP.

Reydonnyzar menegaskan, pembuatan e-KTP merupakan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang telah melalui proses pembahasan bersama DPR RI. Reydonnyzar marah saat Ahok menilai kinerja Kemendagri.

Saat itu Ahok mengeluarkan pernyataan yang menyebut kinerja kementerian yang dipimpin Gamawan Fauzi itu buruk, terutama terkait dengan pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP.

"Tidak etis wagub menilai kinerja Kemendagri. Karena ada subordinat penyelenggara pemerintahan. Ia berada di bawah Kemendagri," ujar Reydonnyzar.

Ahok menyebut, dari 6.024.282 warga DKI yang sudah merekam e-KTP, baru 5.467.687 yang dicetak Kemendagri. Yang sudah diterima warga baru 4.895.819 e-KTP.

"Dalam pengamatan kami, Ahok tidak bekerja dengan sistem dan Ahok arogan, tidak tahu aturan. Urusi persoalan kinerja Anda," tegasnya lagi.[bay]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.