Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Januari 2015 | 23:51 WIB
Hide Ads

Pengusuran Kios PKL di Stasiun Pasar Minggu Ricuh

Oleh : Renny Sundayani | Kamis, 18 April 2013 | 13:07 WIB
Pengusuran Kios PKL di Stasiun Pasar Minggu Ricuh
ilustrasi - (inilah.com/wirasatria)

INILAH.COM, Jakarta - Proses penggusuran 82 kios pedagang kaki lima (PKL) di Stasiun Pasar Minggu Lama, Jakarta Selatan, diwarnai kericuhan. Aksi dorong-dorong antara pedagang dengan petugas keamanan PT KAI pun tak bisa dielakkan, bahkan Para pedagang yang tak terima kiosnya di robohkan, melempari petugas dengan botol plastik.

"Ini penggusuran secara paksa. Kami tidak terima. Kami melakukan aksi damai. Ini bangunan kami beli, kami punya hak, meskipun tanahnya sifatnya sewa," tegas salah seorang pedagang, Ucok Silalahi, Kamis (18/4/2013)

Ia melanjutkan, umumnya pedagang sudah menempati kios selama 4 tahun. Selama itu pula para PKL membayar uang sewa, untuk itu mereka merasa keberatan jika lokasi tempat mereka berdagang digusur.

Meski demikian, petugas tak menggubris keberatan dari para PKL, tetap melanjutkan penggusuran dengan membawa palu besar untuk menghancurkan dinding-dinding kios. Sekitar 1 kompi gabungan petugas keamanan dari Polres Jakarta Selatan, Polsek Pasar Minggu, dan Polda Metro Jaya berjaga-jaga di peron agar tak terjadi kericuhan lebih lanjut, sementara itu terpantau puluhan mahasiswa dari BEM Universitas Indonesia tampak mendampingi para pedagang.

Akibat kericuhan tersebut, Ahmad Sukardin, seorang petugas penertiban mengalami luka-luka. Bukan karena terlibat baku hantam dengan pedagang, petugas terluka karena tertimpa tembok saat merobohkan dinding-dinding kios.

Awalnya korban hendak membersihkan dagangan-dagangan milik para pedagang, namun tiba-tiba saja tembok yang dihancurkan petugas lainya rubuh menimpa tubuh korban.[bay]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.