Jumat, 1 Agustus 2014 | 10:44 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kisah Malang Bayi Edwin
Diduga Malpraktek, Bayi Sakit Flu Malah Diamputasi
Headline
(Foto: inilah.com)
Oleh: Anton Hartono
metropolitan - Rabu, 10 April 2013 | 12:36 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Nasib malang dialami oleh Edwin Timothy Sihombing, bocah berusia dua bulan, putra pasangan Gonti Laurel Sihombing (34) dan Romauli Manurung (28), yang harus kehilangan setengah jari telunjuknya setelah diamputasi oleh tim dokter di salah satu rumah sakit di RS Harapan Bunda, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Padahal, awalnya korban hanya mengidap penyakit batuk dan pilek sehingga harus dirawat inap di rumahsakit yang berada di Jalan Raya Bogor, Pasar Rebo, Jakarta Timur. "Awalnya pada 20 Februari 2013, anak saya batuk pilek dan saya bawa ke RS Harapan Bunda," kata Gonti saat ditemui, Rabu (10/4/2013).

Saat diperiksa, sang anak diminta untuk buka baju agar dilakukan rontgen. Namun ketika itu, dokter mengatakan bahwa Edwin mengalami kejang dan dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk selanjutnya dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) sekaligus diinfus serta diberikan obat.

Setelah dua hari menjalani rawat inap, sang anak pun dipindah dari ruang NICU ke ruang emergency anak. Namun tanpa disadari, infus yang disuntikkan ke tangan kanan sang bayi selama dua hari dirawat tampak membengkak.

Pihak keluarga pun mempertanyakan perihal pembengkakan tangan korban akibat infus yang diberikan tersebut. Dan sang bayi dirujuk ke UGD RS Pasar Rebo untuk dilakukan pengecekan fungsi saraf.

"Karena lihat telapak tangan bagian atas anak saya bengkak, akhirnya saya minta untuk distop infus dan keluar dari RS Harapan Bunda tanggal 23 Februari 2013," ujar Gonti yang bekerja sebagai Acount Officer di salah satu bank swasta di kawasan Petojo, Jakarta Pusat.

Sementara itu, hasil dari pengecekan fungsi saraf di RS Pasar Rebo menunjukkan bahwa hasilnya normal dan baik. Namun keluarga kembali mendatangi RS Harapan Bunda untuk mempertanyakan kondisi jari telunjuk kanan putranya yang berubah menjadi lebih kecil dari sebelumnya, akibat pembengkakan.

"Tanggal 26 Februari 2013, saya balik lagi ke RS Harapan Bunda, tapi bukan untuk periksa batuk, pilek anak saya. Karena batuk pileknya sudah sembuh. Saya mau pertanyakan jari telunjuk anak saya semakin mengecil, tapi dokter bilang tunggu sampai dua minggu," jelasnya.

Kemudian pada 2 Maret 2013, pihak keluarga kembali mendatangi RS Harapan Bunda sekaligus memberikan somasi untuk mempertanggungjawabkan kondisi jari tangan putranya yang terus mengecil. Dan pihak rumahsakit pun menyanggupi hal itu dan bersedia merawat Edwin tanpa biaya sepeserpun.

Setelah menjalani rawat inap selama hampir satu bulan di RS Harapan Bunda, orangtua sang bayi kembali dikejutkan dengan tindakan tim dokter yang langsung memotong dua ruas jari telunjuk kanan korban yang dilakukan tanpa izin pihak keluarga terlebih dahulu.

"Sebelumnya saya diminta tandatangan akan dilakukan operasi untuk anak saya, ya saya tandatangan. Sepengetahuan saya, yang namanya operasi harus di ruang operasi dan harus ada izin dari keluarga dulu sebelumnya," jelasnya.

Saat dilakukan amputasi jari telunjuk Edwin, dokter RS Harapan Bunda melakukannya di ruang perawatan bersama dua orang suster dan tidak memberitahukan keluarga sebelumnya yang ketika itu tengah berada di dalam ruangan.

Karena itu, kini pihak orangtua masih terus mempertanyakan pihak RS Harapan Bunda terkait tindakan dokter yang telah memotong jari telunjuk putranya hingga dua ruas. "Saya sudah coba tanyakan sampai pihak direktur, tapi tidak ada respon," tandasnya.[bay]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER