Sabtu, 2 Agustus 2014 | 09:25 WIB
Follow Us: Facebook twitter
BNN Tangkap Gembong Narkoba Asal Aceh
Headline
Penangkapan bandar narkoba - (Foto: inilah.com/ilustrasi)
Oleh: Anton Hartono
metropolitan - Kamis, 28 Maret 2013 | 15:33 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap salahsatu bandar besar narkoba asal Bireun, Aceh berinisial FA (35) yang diketahui sebagai pengendali para bandar di Malaysia-Aceh-Jakarta yang memiliki aset hingga Rp38 miliar.

"Kami sudah mendeteksi tersangka sejak 2011 dan namanya sudah muncul dalam setiap kasus-kasus penangkapan sebelumnya," ujar Deputi Pemberantasan BNN, Benny Mamoto, Kamis (28/3/2013).

Sulitnya menangkap tersangka FA, diakui Benny yang telah mengejar selama lebih dari setahun. Selain tersangka memang dikenal licin dalam pengejaran petugas, tersangka diduga juga dibekingi orang kuat dalam menjalani operasinya.

"Jaringannya cukup kuat dan katanya ada orang kuat dibelakang tersangka FA ini," ucapnya.

Diketahui, FA memiliki dan mengelola seluruh aset miliknya senilai Rp38 miliar yang berasal dari bisnis narkoba yang telah dijalani sejak 2004 silam. Dari bisnis haram itu, dirinya kerap melakukan praktek pencucian uang dengan berkedok bisnis property.

Dari hasil penggeledahan di rumah tersangka yang beralamat di Perumahan Rafles Hills Blok C6 Cibubur, Jakarta Timur, petugas menyita 1 unit mobil Porche Panamera 3.6L AT warna hitam bernopol B 99 FAL, 1 unit mobil BMW 640I warna putih bernopol B 99 FAI, 1 unit mobil Honda City warna hitam bernopol B 2229 GI, uang tunai Rp35.027.000, uang ringgit senilai 156 Ringgit Malaysia dan sejumlah ponsel, serta beberapa ATM dan buku rekening bank.

Kemudian berdasar keterangan FA, ia juga memiliki aset di Malaysia dan Aceh. Aset FA di Malaysia berupa 3 unit Toko Grosir Kelontong. Sedangkan di Aceh, FA memiliki 1 unit SPBU di Bireun, 4 unit ruko di Bireun, beberapa bidang tanah,1 unit Hotel di Bireun, 22 sertifikat hak milik atas nama FA, dan uang yang tersimpan di beberapa bank dengan nilai total sekitar Rp 10 miliar.

Atas perbuatannya, tersangka FA dijerat UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5-20 tahun penjara dan UU Nomor 8 tahun 2010 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun.[bay]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER