Selasa, 29 Juli 2014 | 01:25 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Oknum Guru Ngaji Renta Cabuli Lima Muridnya
Headline
Ist
Oleh: Benny Bastiandy
metropolitan - Rabu, 27 Maret 2013 | 15:24 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Cianjur- Ag (70), seorang oknum guru ngaji yang biasa mengajar di salah satu majelis taklim di Kampung Tajurhalang Desa Sindanglaka Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur diamankan di Mapolsek Karangtengah.

Lelaki renta itu diduga mencabuli lima orang muridnya yang masih di bawah umur.

Berdasarkan informasi, aksi bejat kakek renta yang mengaku sudah memiliki 13 orang cucu ini dilakukannya sekitar Februari 2013 lalu. Modusnya, tersangka mengaku bisa membuat pintar mengaji murid-muridnya.

Namun syaratnya, lidah murid-muridnya ditulisi huruf Arab, ada juga yang harus digigit lidahnya maupun dipegang dadanya. Aksi bejat itu dilakukannya di ruangan khusus di majelis taklim.

Rupanya, aksi bejat itu tercium masyarakat sekitar. Aparat polisi pun mendapatkan laporan dari masyarakat. Untuk mengantisipasi terjadinya amuk massa, polisi mengamankan tersangka yang ditangkap di rumah keponakannya.

Kapolsek Karangtengah Kompol Darmadji melalui Panit Reskrim Iptu Tata Carnita membenarkan ditahannya tersangka kasus dugaan pencabulan. Kejadiannya berlangsung Februari 2013 lalu.

"Modus yang dilakukan tersangka yakni dengan memberikan pelajaran mengaji kepada 10 orang muridnya di sebuah majelis taklim. Kepada murid-muridnya, tersangka mengaku bisa membuat pintar mengaji. Lima di antara 10 orang murid perempuannya yang ingin pintar mengaji, satu per satu memasuki sebuah ruangan khusus. Saat itu, berdasarkan pengakuan tersangka, syarat agar bisa pintar mengaji adalah lidahnya mau ditulisi huruf Arab, ada juga lidahnya yang mau digigit, maupun dadanya dipegang," terang Tata di Mapolsek Karangtengah, Rabu (27/3/2013).

Pihaknya segera melakukan tindak dengan mengamankan tersangka supaya aksi bejat tidak terjadi ke warga lainnya. Akibat perbuatan bejatnya, tersangka dijerat pasal 82 Undang Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun, dan paling sedikit 3 tahun atau denda maksimal Rp300 juta, paling sedikit Rp60 juta," tegasnya.

Sementara tersangka sendiri mengaku menyesal dengan perbuatannya. Dia mengaku khilaf. "Saya menyesal karena telah berbuat dosa. Baru kali ini saya lakukan," kata tersangka. [ito]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER