Kamis, 18 Desember 2014 | 15:30 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Syarat Mendapat Kartu Jakarta Pintar
Headline
Kartu Jakarta Pintar - IST
Oleh: Fadhly Zikry
metropolitan - Rabu, 27 Februari 2013 | 16:22 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta rencananya akan membagikan sebanyak 320 ribu Kartu Jakarta Pintar untuk siswa-siswa di Jakarta. Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengatakan semua siswa bisa mendapatkan KJP asal memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto untuk mendapatkan KJP, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dan bisa didaftarkan kapan saja dan tidak ada pembatasan waktu. Ia menjelaskan KJP diberikan kepada siswa yang berusia 7 hingga 19 tahun, terdaftar sebagai peserta didik dan memiliki nomor induk siswa nasional atau nomor induk kependudukan.

"Terakhir melampirkan surat keterangan tidak mampu yang diketahui oleh RT/RW setempat. Bagi yang sudah melebihi umur penerima KJS, selagi yang bersangkutan masih berstatus siswa maka siswa tersebut masih bisa mendapatkan dana KJP," jelasnya, Rabu (27/2/2013).

"Kami saat ini masih memproses dan mengolah data calon penerima KJS, dan meminta bantuan kemasyarakat agar KJP bisa tepat sasaran," jelasnya lagi.

Taufik melanjutkan, ada sekitar 332.465 orang siswa kategori miskin mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) atau sedrajat sampai ketingkat sekolah manengah atas (SMA) atau sedrajat yang akan menerima KJP, namun baru 70.205 yang terdaftar oleh Dinas pendidikan DKI.

Sementara Koordinator KJP, Epi Gustin menjelaskan data setiap wilayah yang sudah terserap adalah Jakarta Pusat sebanyak 80.374 siswa, Jakarta Utara sebanyak 10.737 siswa, Jakarta Barat sebanyak 19.415, Jakarta Selatan sebanyak 10.872, Jakarta Timur sebanyak 20.200 dan Kepulauan Seribu sebanyak 907 siswa.

"Namun semua data tersebut akan diverifikasi kembali, karena bagi siswa yan sudah lukus, secara otomatis tidak lagi menjadi peserta KJP," tandasnya.

Seperti diketahui, Kartu Jakarta Pintar merupakan salah satu program unggulan dari pasangan Gubernur Jokowi-Ahok. Sedikit berbeda dengan program pendidikan gratis yang diusung oleh mantan Gubernur Fauzi Bowo, dalam KJP siswa akan langsung diberikan uang untuk biaya pendidikan.

Kartu yang hanya diberikan untuk siswa yang kurang mampu ini, berisi uang dengan jumlah yang berbeda-beda. Untuk siswa SMA atau SMK akan diberikan Rp 240.000, sedangkan siswa SMP sebesar Rp 210.000 dan SD Rp 180.000.

Uang tersebut akan masuk ke KJP yang terintegrasi dengan kartu ATM Bank DKI setiap tanggal 1 setiap bulannya dan nominalnya untuk jangka waktu 3 bulan. Menurut Jokowi, uang tersebut bukan untuk membayar uang sekolah melainkan untuk operasional sekolah siswa.[bay]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
aji
Kamis, 21 November 2013 | 23:03 WIB
mana neh uangnya blum turun jga om
sri anjar wti
Rabu, 27 Februari 2013 | 18:00 WIB
saya pengen bangat mau dpat uang masa nama saya ko gx ada si di warnet nya padahal kan saya pengen bangat dapat uang TERIMA KASIH
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER