Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 1 September 2015 | 21:08 WIB
Hide Ads

Ini Penjelasan RS Kartini Terkait Kasus Bayi Upik

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Kamis, 21 Februari 2013 | 21:25 WIB
Ini Penjelasan RS Kartini Terkait Kasus Bayi Upik
IST

INILAH.COM, Jakarta - Pihak Rumah Sakit Bersalin Kartini memberikan klarifikasi terkait kasus bayi Upik, anak pasangan Maryani dan Ali Zuar, yang divonis telah meninggal dunia usai dilahirkan, meski saat itu masih hidup.

Direktur RS Bersalin Kartini, Elmira susmawati mengatakan pada hari Rabu (20/2) kemarin pagi hari pasien Maryani datang ke Poli Kandungan dan diperiksa dengan keluhan mengalami keputihan. Kemudian, pasien diperiksa ternyata hamil dengan usia kandungan 24 minggu.

"Setelah dilakukan pemeriksakan, pihak rumah sakit menemukan hasil bahwa pasien memiliki riwayat kehamilan yang jelek karena kehamilan yang baru 24 minggu. Tahun sebelumnya ibu Maryani juga mengalami hal serupa," kata Elmira di RS Kartini, Jakarta, Kamis (21/2/2013).

Elmira mengatakan, pasien setelah dirawat mengalami mulas-mulas, ketuban pecah warna hijau. Lalu pada pukul 14.25 WIB, pasien lahir spontan dengan bayi perempuan, berat 500 gram dan umur kehamilan 24 minggu.

"Janin biru tidak bernafas, diberikan oksigen. Untuk bayi dengan umur 24 minggu kemungkinan untuk hidup kecil dan pukul 14.30 WIB denyut jantung tidak ada dinyatakan meninggal," terangnya.

Kemudian surat kematian dibuat oleh bidan dan pasien dibawa pulang sekitar pukul 17.30 WIB, dan pukul 20.30 WIB pasien datang lagi.

"Saat dibawa kesini kondisi bayi nafasnya lemah akhirnya dirujuk ke RS yang mempunyai NICU, keluarga pasien dijelaskan tentang janin. Pihak RS merawat pasien ke kamar bayi dan akhirnya pukul 22.30 WIB bayinya tidak ada respon, surat kematian pun diberikan lagi oleh dokter," jelasnya.

Elmira pun membantah kalau pihaknya meminta uang muka kepada pasien sebesar Rp 15 juta. "Kami tidak memungut uang dan tidak minta uang muka Rp 15 juta, justru ibu bayi kita rawat disini dan kalau mau lihat bayinya dimakam diantar dengan ambulan kemudian balik lagi ke sini," tegas Elmira.

Ditambahkan oleh Elmira, dalam bahasa kedokteran pasien ibu Maryani memiliki penyakit Imaturus dan ini belum bisa hidup di luar. Sementara salah satu dokter Rumah Sakit, Rita mengatakan fenomena ini biasa dikenal sebagai mati suri.

"Kami tidak lalai dan kemungkinan itu mati suri," jelasnya.

Sedangkan, salah satu dokter yang menangani bayi Upik, Mila mengakui kalau kondisi bayi saat dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 20.00 WIB masih hidup.

"Iya masih hidup kondisi bayinya, tapi nafasnya satu-satu. Kalau bahasa kedokteran ya sesuai yang dijelaskan oleh Ibu Elmira kemungkinan kecil untuk hidup," tandasnya.[bay]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.