Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Desember 2014 | 06:02 WIB
Hide Ads

Aksi Asusila di Wilayah Jombang

11 Pasangan Seks Bebas di Hari Valentine

Oleh : - | Kamis, 14 Februari 2013 | 15:12 WIB
11 Pasangan Seks Bebas di Hari Valentine
Foto : Ilustrasi

INILAH.COM, Jombang - Satpol PP Jombang menggelar razia hotel sebagai antisipasi seks bebas di Hari Valentine, Kamis (14/2/2013). Hasilnya, sebanyak 11 pasangan mesum ditangkap saat asyik mengumbar nafsu. Selain itu, petugas juga menemukan beberapa sachet obat kuat dan kondom.

Seluruh pasangan tersebut kemudian digelandang ke mobil patroli untuk didata di Kantor Satpol PP. Selain pasangan muda, ada pula pasangan yang umurnya sudah udzur. Mereka hanya bisa menundukkan kepala saat didata oleh petugas.

Begitu bergerak dari kantornya, korps penegak Perda (Peraturan Daerah) ini langsung menuju Hotel Prambanan yang ada di Jalan Raya Gondangmanis, Bandar Kedungmulyo. Petugas kemudian menyisir seluruh kamar. Hasilnya, dua pasangan tertangkap basah berada di dalam kamar. Dua pasangan kumpul kebo itu kemudian dinaikkan ke mobil petugas.

Usai dari Hotel Prambanan, petugas Satpol PP melanjutkan razia di Hotel Netral yang berada di Jalan RE Martadinata. Lagi-lagi, petugas langsung mengedor kamar hotel satu per satu. Ironisnya, ada pasangan yang nyaris telanjang saat membuka kamar. Sudah begitu, tempat tidur pasangan tersebut juga acak-acakan. Celana dalam warna merah tergeletak di atas lantai.

Di kamar lainnya, selain menangkap pasangan mesum, Satpol juga menemukan obat kuat dan kondom beberapa sachet. Dari Hotel Netral, tim razia menggaruk sembilan pasangan kumpul kebo. Seluruh pasangan itu juga dibawa ke Kantor Satpol PP.

Kepala pengedalian dan Operasional Satpol PP Jombang, Roni Afriandi, mengatakan, razia yang ia lakukan dalam rangka menekan penyakit masyarakat di Kota Santri. Selain itu, juga untuk mengantisipasi perayaan valentin dengan cara negatif, semisal seks bebas.

"Kita menangkap 11 pasangan kumpul kebo. Mereka terdiri dari berbagai profesi, ada mahasiswi, guru, bahkan ada seorang pensiunan pegawai negeri. Seluruh yang tertangkap kita wajibkan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya," tandasnya.[beritajatim]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Login with