Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 7 Juli 2015 | 18:01 WIB
Hide Ads

Polda Segera Usut Kasus Twitter Farhat Abbas

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 11 Januari 2013 | 15:06 WIB
Polda Segera Usut Kasus Twitter Farhat Abbas
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto - Inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Polda Metro Jaya akan menindaklanjuti laporan yang dibuat oleh Komunitas Intelektual Muda Betawi dan Himpunan Advokat Muda Indonesia, terhadap Farhat Abbas terkait isi twitter yang menyinggung Wagub DKI dan bernada SARA.

"Iya penyidik akan tindaklanjuti laporan ini karena kemarin ada dua laporan yang masuk ke Polda Metro, kami akan melengkapi soal administrasi laporan dulu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, Jumat (11/1/2013).

Rikwanto mengatakan, penyidik akan mempelajari dua laporan tersebut perihal yang telah dilontarkan melalui twitter saudara terlapor, maksud dari dua pelapor ini mewakili siapa dan apa maksud laporannya.

"Kami akan pelajari dulu materi laporannya, menunjuk unit dari satuan mana yang akan menangani kasus tersebut. Karena ada laporan, tentu kami akan tindaklanjuti," jelasnya.

Saat ini, pihaknya belum akan melayangkan surat panggilan kepada pelapor baik Ramdan Alamsyah maupun pelapor Anton Medan, untuk dimintai keterangan. "Ya termasuk juga terlapor Farhat Abbas dan para saksi lainnya," katanya.

Sebelumnya diberitakan, pengacara Farhat Abbas dilaporkan ke SPK Polda Metro Jaya oleh Ramdan Alamsyah, Kamis (10/1/2013) terkait kicauan Farhat di twitter mengenai plat nomor Polisi Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yang dinilai mengandung SARA.

Dalam laporan TBL/82/I/2013/pmj/dit reskrimsus tersebut Farhat Abbas dilaporkan mengenai penghinaan terhadap ras, suku dan golongan pasal 28 ayat 2, UU ITE jo pasal 4 jo 16 uu no 40 th 2008, dengan ancaman lima tahun penjara.[bay]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x