Jumat, 28 November 2014 | 02:21 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Jokowi Setujui Pembangunan 6 Ruas Tol Dalam Kota
Headline
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Bayu Hermawan
metropolitan - Kamis, 10 Januari 2013 | 01:45 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, JAkarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akhirnya setuju dengan pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota. Padahal sebelumnya ia menegaskan tidak akan menyetujui proyek tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh pria yang akrab disapa Jokowi itu, usai mengelar pertemuan tertutup dengan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Rabu (9/1/2012) siang. Jokowi beralasan pembangunan jalan tol dalam kota bisa menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan.

"Saya menyadari bahwa ada dua hal yang menjadi kekurangan DKI Jakarta yakni kurang jalan dan transportasi massal," ujarnya.

Jokowi juga mengatakan, ia setuju dengan proyek pembanguna jalan tol dalam kota itu, dengan syarat bisa dilalui oleh Transjakarta dan angkutan umum lainnya.

Selain itu, ia juga mengatakan untuk mengatasi kemacetan tidak akan selesai dengan hanya menambah ruas jalan saja. "Yang penting juga pembangunan transportasi massal dan kami mendukung penuh hal itu," katanya.

Sementara itu, Menteri PU Djoko Kirmanto mengatakan, pembangunan enam ruas tol ini lebih pada pemenuhan kuantitas jalan di Jakarta yang saat ini masih 6%. Padahal, angka idealnya adalah 10%-12%.

"Kalau dibandingkan dengan ibu kota negara-negara lain, ruas jalan di Jakarta ini masih sangat kecil, hanya enam hingga tujuh persen. Oleh karena itu, enam ruas jalan tol ini masih perlu dibangun," jelasnya.

Pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota ini rencananya akan dibagi dalam empat tahap, dan selesai pada tahun 2022. keenam ruas jalan tol dalam kota itu terdiri dari ruas Semanan-Sunter (17,88 kilometer), ruas Sunter-Bekasi Raya (11 kilometer), ruas tol Duripulo-Kampung Melayu (11,38 kilometer), rute Kemayoran-Kampung Melayu (9,65 kilometer), rute Ulujami-Tanah Abang (8,27 kilometer) dan rute Pasar Minggu-Casablanca (9,56 kilometer).

Sebelumnya, Jokowi berkali-kali menegaskan tidak akan setuju dengan proyek pembangunan 6 ruas jalan tol dalam kota. Hal tersebut tidak hanya disampaikan saat ia telah menjabat sebagai gubernur, namun juga beberpa kali dalam kampanyenya pada Pilkada lalu.

Jokowi menganggap pembangunan tol baru hanya akan memanjakan pemilik kendaraan pribadi dan bisa memacu orang untuk membeli kendaraan baru. [ton]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
art
Kamis, 10 Januari 2013 | 15:40 WIB
Kalo angkutan massal ditambah tp jalan tidak ditambah, kan nambah kemacetan. mungkin itu dasarnya...
Bagus
Kamis, 10 Januari 2013 | 14:42 WIB
Lanjutkan Jokowi
sondher
Kamis, 10 Januari 2013 | 11:32 WIB
Kalo angkutan massal lewat jalan tol (dalam hal ini Layang) turunnya di mana??? Katanya pro angkutan massal tp bangun jalan tol.
Dedi Ismatullah
Kamis, 10 Januari 2013 | 02:27 WIB
welcom
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER