Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 28 Mei 2015 | 02:48 WIB
Hide Ads

LSI : Hanya 48,81 % Warga Bekasi Yang Nyoblos

Oleh : - | Senin, 17 Desember 2012 | 05:05 WIB
LSI : Hanya 48,81 % Warga Bekasi Yang Nyoblos
inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Bekasi - Lingkar Survei Indonesia (LSI) menilai tingkat partisipasi masyarakat Kota Bekasi, Jawa Barat yang memberikan suara pada Pilkada setempat minim. Faktornya disebabkan karena ketokohan kandidat yang ikut berkompetisi kurang menonjol.

Hasil hitungan cepat LSI menyebutkan dari jumlah pemilih yang terdaftar sebanyak 1,6 juta jiwa lebih, hanya 48,81 persen di antaranya yang melakukan pencoblosan.

"Survei ini dilakukan dengan margin of error kurang lebih 1 persen. Data ini dikumpulkan dari 116.000 pemilih yang tersebar di 250 Tempat Pemungutan Suara (TPS)," ujar Direktur Eksekutif Citra Publik Indonesia-Lingkar Survei Indonesia Grup, Hanggoro DP, di Bekasi, Minggu (16/12/2012).

Tidak adanya figur kandidat yang menonjol membuat masyarakat kurang simpatik dan lebih memilih untuk golput. Kelima pasang calon masing-masing Shalih Mangara Sitompul-Anwar Anshori Mahdum (Salam), Sumiyati Mochtar Mohamad-Anim Imamuddin (SM2 Anim), Dadang Mulyadi-Lucky Hakim (Dalu), Rahmat Effendi-Ahmad Syaikhu (Pas), dan Awing Asmawi-Andi Zabidi (Azib) kurang diminati warga.

"Promosi program mereka selama kampanye kurang mengena di masyarakat," ujarnya.

Kondisi ini, sambung Hanggoro, berbanding terbalik dengan situasi Pilgub DKI Jakarta yang saat itu memperoleh tingkat partisipasi publik hingga 67 persen. Menurut dia, masyarakat Kota Bekasi cenderung aktif mengakses informasi dari berbagai media khususnya internet mengingat Bekasi dekat dengan Ibukota.

"Masyarakat Bekasi cenderung `melek` informasi. Jadi, kecil kemungkinan minimnya peserta akibat sosialisasi yang kurang," ujarnya.[ant/man]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.