Sabtu, 25 Oktober 2014 | 21:29 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kasus Penipuan Claudine Jusuf Harus Dilanjutkan
Headline
Foto: Ilustrasi
Oleh: Anton Hartono
metropolitan - Senin, 19 November 2012 | 23:50 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Terkait dugaan kasus penggelapan dan penipuan uang sebesar Rp1,3 triliun yang dilakukan oleh Claudine Jusuf dan Gunawan terhadap Direktur Aperchance Company Limited, Toh Keh Siong, kepolisian dinilai tidak maksimal dalam melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

Pasalnya sejak 2004 lalu, Toh Keh Siong telah melakukan upaya hukum terhadap Claudine dan Gunawan dengan melaporkan kasus penggelapan dan penipuan ke Mabes Polri. Namun kelanjutan dari laporan itu mengalami kejanggalan.

"Dalam waktu tiga bulan sejak adanya laporan itu, kepolisian mengeluarkan SP3 (Surat Penghentian Perkara). Dan ketika aperchance telah mengajukan bukti baru (novum), SP3 tidak mau dibuka kembali. Padahal keduanya (Claudine dan Gunawan) sudah sempat dijadikan tersangka," ujar Oscar Sagita, Kuasa Hukum Direktur Aperchance Company Limited, Toh Keh Siong, Senin (19/11/2012).

Karena itu kepolisian diminta untuk melanjutkan penyidikan atas dugaan tindak pidana dugaan penggelapan dan penipuan tersebut. Hal ini sesuai dengan putusan Pra Peradilan No.33/Pid.Prap/2012/PN.JKT.Sel yang telah diputuskan oleh Hakim Pengadilan Negeri Jaksel dalam sidang terbuka untuk umum tanggal 19 Oktober 2012 lalu.

Menurut Oscar Sagita, kliennya bersengketa dengan Gunawan perihal dana senilai Rp1,3 triliun yang ditempatkan PT Makindo dalam bentuk Time Deposit Confirmations dan dijamin akan dibayar pada saat jatuh tempo.

Dan berdasarkan amar putusan Pra Peradilan No 33/Pid Prap/2012/PN JKT SEL, setidaknya ada empat poin. Diantaranya mengabulkan permohonan pra peradilan dari pemohon untuk seluruhnya, memerintahkan termohon untuk melanjutkan penyidikan atas dugaan tindak pidana penggelapan dan penipuan yang dilakukan tersangka Claudine dan Gunawan.

"Kepolisian tidak maksimal untuk menyelidiki kasus dugaan penggelapan itu, bahkan bukti-bukti kuat yang dimiliki Toh Keh Siong sampai sekarang tidak bisa menghadirkan tersangka ke meja hijau," tandasnya.

Sebelumnya, Toh Keh Siong tertarik menanamkan uangnya di Makindo bermula ketika bertemu Gunawan Jusuf pada 1997 lalu di Jakarta. Dan dokumen itu ditandatangani oleh Claudine Jusuf yang ketika itu menjabat sebagai Direktur Keuangan Makindo.

Melihat ada gelagat tidak baik, kemudian Toh berkali-kali menagih utangnya ke PT Makindo, namun selalu saja alasan yang diterima tidak jelas. Karena itu, dirinya mengadukan ke Mabes Polri dengan tudingan telah melakukan penggelapan dan penipuan.[dit]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER