Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Desember 2014 | 09:33 WIB
Hide Ads

Kakek di Kediri Sodomi 10 Bocah

Oleh : - | Sabtu, 22 September 2012 | 19:20 WIB

Berita Terkait

Kakek di Kediri Sodomi 10 Bocah
beritajatim.com

INILAH.COM, Kediri - Terbukti menyodomi 10 anak-anak, Karsi (70) diamankan petugas Unit Reskrim Polsek Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kakek bau tanah asal Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngadiluwih itu dibekuk dari rumahnya.

Paur Subbag Humas Polres Kediri, Ipda Ribiko Entas mengatakan, kasus sodomi terhadap 10 anak-anak tersebut terbongkar berkat laporan orang tua MS (5), korban terakhir Karsi. Ibu MS curiga, anaknya selalu buang air besar di celana.

Kemudian, orang tua MS membersihkan bekas kotoran. Alangkah terkejutnya, korban tiba-tiba menangis. Ketika diperiksa, ternyata dubur korban terluka lecet.

Orang tua MS kemudian bertanya. Korban menjawab usai disodomi oleh Karsi. Akhirnya, orang tua korban melapor ke Polsek Ngadiluwih.

Menindaklanjuti laporan orang tua korban, polisi medatangi rumah Karsi. Polisi meringkus pelaku tanpa perlawanan. Karsi lantas digiring ke Polsek Ngadiluwih. Setelah itu dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri.

Kepada petugas yang memeriksa, pelaku mengakui perbuatannya. Karsi sudah lima kali berbuat asusila terhadap MS. Untuk memuluskan perbuatan nistanya, pelaku selalu mengiming-imingi uang Rp 5-10 ribu, setiap kali mensodomi.

Bahkan, yang mengejutkan, pelaku mengaku sudah mensodomi sebanyak 10 orang anak-anak. Mereka kebanyakan, para tetangga pelaku.

"Tersangka mengaku, pertama kali dirinya melakukan perbuatan sodomi terhadap anak angkatnya yang kini sudah punya tiga orang anak. Anaknya disodomi sejak duduk di kelas 6 SD, hingga dia lulus sekolah. Dan kini anaknya sudah menikah dan punya 3 anak," ujar Ribiko Entas, Sabtu (22/09/2012).

Masih kata Ribiko, tersangka memiliki kebiasaan seks menyimpang sejak mantan istrinya meninggal dunia, sekitar dua tahun lalu. Mulai dari itu, dia menyodomi anak-anak. Sampai kini terhitung sudah 10 orang anak.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal 82 undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. [beritajatim/mvi]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Login with