Kamis, 24 April 2014 | 22:29 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pengamat: Ahok Belum Apa-Apa Sudah Menohok
Headline
Pengamat politik Siti Zuhro dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok - inilah.com
Oleh: Ahmad Farhan Faris
metropolitan - Selasa, 18 September 2012 | 21:10 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Pengamat politik Siti Zuhro menilai calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, telah menyinggung seluruh orang Jakarta saat debat kandidat calon Gubernur DKI Jakarta pada hari Minggu (16/9/2012) malam lalu.

Dalam debat yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi itu, Cawagub Ahok mengatakan tidak ada orang pintar di Jakarta untuk bisa memimpin Jakarta. Siti Zuhro menilai, pernyataan Ahok itu telah menyinggung tidak hanya orang asli Jakarta, namun juga warga pendatang di Jakarta.

"Seharusnya seorang pemimpin itu kalau berkata ada penyaringnya. Karena orang pintar banyak, jadi harus didefinisikan secara jelas, pintar itu kan luas. Seorang pemimpin harus punya jiwa kepemimpinan di mana ketika memimpin ada empati dari yang dipimpinnya. Ini belum jadi aja udah menohok-nohok," tegas Siti Zuhro kepada INILAH.COM, Jakarta, Selasa (18/9/2012).

Siti Zuhro melanjutkan, pernyataan yang dikeluarkan oleh Cawagub bernomor urut 3 itu, memang sering kontroversial dan tidak sedikit yang salah. Padahal, Ahok sebagai seorang pemimpin harus bisa mempertanggung jawabkan apa yang telah disampaikan. Terkait pernyataan dalam acara debat kandidat Cagub, Ahok secara tidak langsung menafikan bahwa tidak ada orang pintar di Jakarta, sepintar dirinya. "Padahal, orang pintar itu banyak tapi yang amanah langka," ucapnya.

Untuk itu, lanjut Zuhro, dalam Pilgub DKI putaran kedua ini masyarakat Jakarta serta pengamat masih menimang-nimang siapa calon kandidat yang dinilai amanah. Menurutnya, salah satu ciri pemimpin amanah itu tidak asal ceplos jika berbicara. "Pemimpin amanah itu tidak gampang nyeletus yang kontroversi, kalau pernyataannya kontroversi berarti tidak amanah. Karena itu merupakan karakternya dan seharusnya pemimpin itu mau berkorban yang baik kepada apa yang dipimpinnya," tandas pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini.

Sebelumnya dalam debat kandidat Cagub, Ahok mengatakan alasan mengapa ia dipilih sebagai Cawagub. "Tidak ada orang pintar di Jakarta untuk pimpin Jakarta, sampai PDIP dan Gerindra mengambil kali dari daerah," ucapnya.[bay]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.