Rabu, 30 Juli 2014 | 16:04 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Jokowi Dinilai Lebih Utamakan Karier Politik
Headline
Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) - inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Laela Zahra
metropolitan - Senin, 17 September 2012 | 17:36 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Ungkapan Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang ingin meningkatkan karier sebagai gubernur, dinilai tidak tepat. Jokowi dinilai hanya mementingkan karir politik melalui pencalonannya sebagai Gubernur DKI, namun bukan untuk pengabdian kepada masyarakat Jakarta.

"Gubernur ini kan jabatan politik ya, seharusnya dia mencalonkan diri sebagai gubernur DKI untuk mengabdikan diri kepada masyarakat yang lebih luas dari pada Solo," tegas Ketua Setara Institut Hendardi, kepada INILAH.COM, Senin (17/9/2012).

Menurutnya tidak tepat Jokowi mengungkapkan ambisinya untuk meningkatkan karier dalam ranah debat pasangan calon gubernur DKI Jakarta, yang disiarkan oleh salas satu televisi swasta, Minggu (16/9/2012) malam.

"Kurang pas aja jabatan gubernur jadi peningkatan karier. Jabatan gubernur justru untuk meraih posisi lebih baik mengabdikan diri kepada masyarakat, ini artinya ia mementingkan karier politiknya saja" katanya.

Hendardi menilai, pemilih yang peka terhadap ucapan Jokowi tadi malam, akan merasa kecewa dan melemahkan citra dirinya sendiri pada putaran dua pemilihan umum kepala daerah DKI Jakarta 2012, Kamis (20/9/2012) nanti. "Untuk orang-orang yang kritis akan menyayangkan (ucapan Jokowi), dan bisa saja itu melemahkan dia (Jokowi) di putaran dua," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, calon gubernur DKI Jakarta incumbent Fauzi Bowo bertanya kepada calon gubernur lawannya, Jokowi, mengenai perang batin yang dihadapi Jokowi dalam pencalonannya sebagai gubernur DKI Jakarta.

Kemudian Jokowi menjawabnya, pencalonan dirinya dilakukan berdasarkan aturan undang-undang yang membolehkan seorang kepala daerah aktif untuk maju dalam pemilihan kepala daerah di daerah lain. Kemudian Jokowi mengungkapkan pencalonannya sebagai gubernur DKI Jakarta untuk meningkatkan kariernya dari seorang Wali Kota Solo, Jawa Tengah, menjadi Gubernur DKI Jakarta.[bay]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
murtado
Selasa, 18 September 2012 | 16:36 WIB
jokowi lebih mengutamakan karier politik jadi gubernur daripada kesejahteraan rakyat, kasihan rakyat solo di telantarkan demi karier pribadi
Selasa, 18 September 2012 | 02:57 WIB
jokowi terlalu berambisi kasihan bgt si mas...mas hening kan sejenak sj. banjir tetap melanda jika kt buang sampah di kali.. macet akan terus menghantui kl kt berkendaraan tdk taat berlalu lintas.. kumuh akan selalu ada kl warga nya tdk mencintai lingkungan. .. kemiskinan akan tetap tdk hilang kl yg kaya tdk mau berbagi...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER