Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 1 Februari 2015 | 02:11 WIB
Hide Ads

Pasangan Selingkuh Digerebek

Istri Pergoki Suami Bersama WIL di Kamar Mandi

Oleh : - | Sabtu, 8 September 2012 | 11:21 WIB
Istri Pergoki Suami Bersama WIL di Kamar Mandi
beritajatim.com

INILAH.COM, Kediri - Pasangan selingkuh di Kediri, digerebek warga, saat hendak melakukan hubungan layaknya suami-istri di kamar mandi. Warga yang kesal, nyaris mengeroyok pasangan itu, namun berhasil dicegah oleh perangkat desa yang datang.

JK, warga Desa Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih pun tidak dapat mengelak dihadapan puluhan warga Desa Badal Pandean, Kecamatan Ngadiluwih. Ia berterus terang tengah bermesraan di kamar mandi dengan pasangan selingkuhnya YL, saat penggerebekan berlangsung, Jumat (07/09/2012) malam.

Beberapa orang warga mengatakan, kasus perselingkuhan antara JK dan YL sudah diketahui sejak satu tahun yang lalu. Perselingkuhan terjadi saat YL ditinggal Dawam, suaminya bekerja menjadi kuli bangunan di Ponorogo.

Merasa kesepian, akhirnya YL memasukkan pria lain ke dalam rumahnya. Karena saking seringnya perbuatan amoral itu mereka lakukan, Sri Ayati, istri JK mengendusnya. Sang istri pun berusaha memastikan perselingkuhan suaminya denga YL.

Jumat malam, Sri Ayati mendapat informasi jika suaminya masuk ke rumah YL. Lantas ia bersama pemuda kampung menggerebek mereka. Sri Ayati datang bersama anak perempuannya. Dia hanya bisa menangis sesenggukan.

Sementara pasangan selingkuh JK, YL dibawa ke ruangan berbeda bersama dua anaknya. Warga sekitar berkerumun di rumah YL sambil berteriak-teriak akan menghakimi JK secara beramai-ramai.

Badri, selaku Kepala Dusun Badal Pandean dan tokoh agama setempat akhirnya mempertemukan pasangan selingkuh JK dan YL bersama Sri Ayati untuk menyelesaikan kasus itu Sementara pihak desa akhirnya memberikan denda materi kepada pasangan selingkuh itu untuk membayar sebesar Rp 10 juta. Denda itu sebagai ganti rugi atas perbuatan tercela mereka. "Atas kesepakatan bersama, kita memberikan sanksi berupa denda material kepada mereka supaya membayar denda Rp 10 juta untuk lingkungan," ujar Badri.[beritajatim]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

49098

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.