Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Mei 2015 | 22:08 WIB
Hide Ads

Kaligis Enggan Balas 'Ocehan' Denny di Twitter

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Rabu, 29 Agustus 2012 | 02:40 WIB

Berita Terkait

Kaligis Enggan Balas 'Ocehan' Denny di Twitter
Advokat senior OC Kaligis - inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Advokat senior OC Kaligis enggan membalas komentar Denny Indrayana melalui jejaring sosial twitter terkait pernyataan Wamenkum HAM bahwa 'Advokat bela koruptor sama dengan koruptor' beberapa hari lalu.

"Kasus Prita lewat apa yang dihukum, dokter Ira itu di mana? Saya sudah bela kasus banyak, kalau Anda pembela Denny terima kasih banyak. Saya orang yang sopan, masa orang maki kita bales memaki, itu bukan professor namanya. Jadi saya ga mau maki-maki," ujar Kaligis di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, (28/8/2012).

Dirinya menjelaskan, Indonesia ini merupakan negara hukum, jadi tidak ada advokat koruptor. "Akan tetapi, adanya dia bela orang yang disangka korupsi, sedangkan kalau inkracht aja dalam KUHAP bisa ditinjau kembali. Jadi saya tergerak tidak mau dia Wamen fitnah kita seenaknya," terangnya.

Namun, Kaligis melaporkan Denny tidak perlu berkoordinasi dengan organisasi perhimpunan Advokat. "Saya tidak pake koordinasi kalau sudah dibilang advokat kotor, ya saya ga perlu koordinasi langsung tergerak saja, saya kan bukan koruptor," jelasnya.

Sebelumnya, OC Kaligis telah melaporkan Denny Indrayana kepada Polda Metro Jaya berdasarkan Laporan Polisi Nomor : TBL/2919/VII/2012/2012/PMJ/Ditreskrimum. Laporan terkait pernyataan Denny berisi "Advokat koruptor adalah koruptor, yaitu advokat yang asal bela membabi buta tanpa malu terima uang bayaran dari hasil korupsi" muncul di Twitter pada Sabtu (18/8) lalu.

Pengacara senior itu menduga Denny melanggar asas praduga tak bersalah dan Pasal 310, 311 dan 315 KUHP tentang pencemaran nama baik juncto Pasal 22 dan 23 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Padahal, menurut Kaligis, advokat wajib membela orang berdasarkan Pasal 54 dan 56 KUHP. Kaligis menyayangkan Denny yang tercatat sebagai pejabat negara menyampaikan pernyataan yang tidak pantas. "Itu memalukan dan menandakan wakil menteri tidak mengerti hukum," ujar Kaligis.

Denny Indrayana sempat meminta maaf kepada advokat "bersih" yang tidak nyaman dan terjadi kesalahpahaman terkait pernyataannya pada jejaring sosial. Denny mengaku menyesalkan pernyataan pada jejaring sosial tersebut memunculkan kesalahpahaman bagi kalangan advokat.[dit]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.