Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 31 Agustus 2015 | 17:50 WIB
Hide Ads

Pilih Gubernur DKI

Masyarakat Diminta Abaikan Isu SARA

Oleh : Karel Stefanus Ratulangi | Senin, 27 Agustus 2012 | 23:50 WIB

Berita Terkait

Masyarakat Diminta Abaikan Isu SARA
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Terkait merebaknya isu SARA menjelang Pemilukada putaran ke dua, pengamat politik, Siti Zuhro, menegaskan, masyarakat jangan terjebak dengan isu substansi kedua Calon Gubernur DKI.

"Jangan terpesona dengan isu subtansi, tapi harus fokus pada visi misi dan program yang digulirkan oleh kedua calon Gubernur," kata Siti Zuhro, saat dihubungi INILAH.COM, Senin (27/8/2012).

Khusus mengenai politisasi kebakaran yang terjadi di Jakarta belakangan ini, Siti Zuhro meminta kepada masyarakat untuk bisa menyeleksi apa yang harus diambil dan mana yang tidak. "Biarlah pernak - pernik isu bermunculan namun akal pikiran harus sehat untuk nantinya bisa memilih Gubernur yang diinginkan secara pribadi," ungkapnya.

"Akan ada nanti proses learning by doing dari masyarakat," lanjutnya.

Menurutnya, kedua pasangan Cagub dan Cawagub DKI Jakarta harus ada perasaan bertanggungjawab kepada masyarakat untuk bisa memberikan pembelajaran politik yang sehat dan positif. Persaingan dalam visi dan misi program yang menyejahterakan warga seharusnya dijadikan senjata dalam memperebutkan kursi Gubernur DKI.

Siti mengatakan peran media sangat besar dalam meluruskan isu-isu Pemilukada DKI. Media bisa memberikan informasi yang sesuai, sehat dan positif dalam pemberitaan seputar pilkada DKI. Begitupun juga dengan parpol, sekiranya bisa mengontrol emosi kelompok untuk mengendalikan situasi agar tidak memanas dalam pesta demokrasi pilkada DKI.

"Masyarakat tataran bawah tidak mengerti apa - apa dan seharusnya kedua cagub beserta partai pengusung tahu akan apa kebutuhan masyarakat yang sesungguhnya," ucap dia.[dit]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.