Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 29 Agustus 2015 | 13:49 WIB
Hide Ads

Jumlah Penduduk Miskin DKI Menurun

Oleh : - | Senin, 27 Agustus 2012 | 04:30 WIB
Jumlah Penduduk Miskin DKI Menurun
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah warga miskin di DKI Jakarta tahun 2012 mengalami penurunan dibanding tahun 2011 lalu.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Maret 2012 disebutkan, jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada Maret 2012 sebanyak 363.020 orang atau 3,69 persen.

"Jumlah tersebut menurun dibanding tahun 2011 dengan periode yang sama, dimana jumlah warga miskin mencapai 363.042 orang atau 3,75 persen," kata Kepala BPS, Suryamin di Jakarta, Minggu (26/8/2012) kemarin.

Menanggapi pernyataan salah satu calon Gubernur DKI Jakarta, Jokowi yang menyebutkan persentase jumlah warga miskin di DKI Jakarta lebih dari 20 persen, dibantah pihak BPS. Menurut Suryamin, jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada Maret 2012 hanya berkisar 3,69 persen.

Begitu juga dengan pernyataan Jokowi yang menyebutkan kategori warga mendekati miskin dengan miskin adalah sama. Dijelaskan Suryamin, kategori mendekati miskin dengan miskin berbeda, karena mendekati miskin berada di atas status miskin dengan sebutan hampir miskin.

"Kategori hampir miskin adalah pengeluaran per kapitanya 20 persen di atas garis kemiskinan," ujar Suryamin seraya menambahkan kategori hampir miskin rentan menjadi miskin.

Suryamin menjelaskan parameter kategori penduduk miskin di DKI Jakarta yang memiliki penghasilan kurang dari Rp300.000 per bulan. Pendapatan garis kemiskinan, lanjutnya meningkat selama Maret 2011 hingga Maret 2012 sebesar 6,63 persen dari Rp355.480 per kapita per bulan pada Maret 2011 menjadi Rp379.052 per kapita per bulan pada Maret 2012.

BPS menentukan garis kemiskinan makanan dan non makanan, serta perkembangan harga komoditi, seperti kebutuhan bahan pokok. "Perhitungan garis kemiskinan pun tidak tetap selamanya sesuai dengan perubahan inflasi karena garis kemiskinan ditentukan komoditi makanan dan non makanan," tutur Suryamin.

Sementara itu Humas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia menambahkan metode penghitungan BPS lebih akurat sesuai kondisi jumlah warga miskin di DKI Jakarta dan tercatat sebagai data nasional.[dit]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.