Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 2 Maret 2015 | 08:57 WIB
Hide Ads

Tolak Disebut Pendukung Jokowi

KPC: Jokowi-Ahok Berbohong

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 20 Agustus 2012 | 14:35 WIB

Berita Terkait

KPC: Jokowi-Ahok Berbohong
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Komunitas Pencinta Ciliwung (KPC) membantah telah mendukung pasangan Jokowi-Ahok. KPC mengatakan hingga saat ini mereka tetap memberikan dukungan kepada calon Gubernur Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.

"Memang sebelum putaran pertama Pilkada DKI 11 Juli lalu, ada beberapa kandidat telah melakukan pendekatan ke masyarakat dengan menyebut KPC termasuk kubu Jokowi-Ahok. Namun dengan tegas kami tolak, jadi bohong kalau dibilang telah memberikan dukungan ke mereka," tegas Ketua KPC Matpeci Pancoran, Usman Firdaus, Senin, (20/8/2012).

Sehingga untuk antisipasi klaim dari kandidat Jokowi-Ahok itu, pada tanggal 23 Juni atas nama forum komunikasi KPC terdiri lebih dari 11 KPC ambil bagian dari acara parade getek di Ciliwung. "Parade getek ini kami gelar sebagai dukungan kultural terhadap Fauzi-Nara," jelas Usman.

Bahkan, lanjut Usman, penyanyi dangdut populer Hamdan ATT sebagai angota KPC Muara ikut partisipasi membuat lagu Ciliwung yang mengangkat Fauzi Bowo sebagai Bapak Ciliwung dalam menyambut HUT DKI ke-485.

Sementara itu, Ketua Forum KPC, Empam Muzoffar menjelaskan, KPC yang terlibat kegiatan sosial menyambut HUT DKI itu adalah KPC Muara yang diketuai Bang Jack. Kemudian KPC Kramat Condet yang diketuai Agus Salim.

"Ikut juga KPC Rawajati yang diketuai Bang Usman. KPC Tanjungan, Jumari, KPC gang Buluh diketuai H Bachtiar, KPC Pejaten Timur diketuai H Royani, KPC Cawang diketuai Gerry, KPC Condet diketuai Bang Kodir, KPC Tanjung Barat diektuai Sarmuli dan KPC Bojong Gede Bogor diketuai Bang Udin. Yang dilakukan Jokowi-Ahok itu hanya sekadar ketemu kader Gerindra di daerah Condet dan mereka bukanlah KPC," jelasnya.[bay]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.