Kamis, 18 Desember 2014 | 17:28 WIB
Follow Us: Facebook twitter
67 Tahun Indonesia Merdeka
Mendambakan Jakarta Bebas Kriminalitas
Headline
Foto : Ilustrasi
Oleh: Anton H, A Farhan, W Praditya
metropolitan - Jumat, 17 Agustus 2012 | 15:20 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, - Kriminalitas dan penegakan hukum ibarat dua musuh bebuyutan yang terus berperang untuk saling mengalahkan. Pelaku kejahatan berusaha tetap jaya sedangkan penegak hukum sebaliknya, melemahkan mereka.

Keduanya juga memiliki hubungan yang unik, yakni hubungan yang saling mempengaruhi. Para pelaku kejahatan akan kuat jika penegakan hukum lemah. Sebaliknya, jika penegakan hukum kuat, para kriminal akan terpuruk.

Di negeri ini, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta hubungan itu seolah terus terpelihara. Selama 67 tahun merdeka, tak pernah ada superioritas abadi di antara keduanya. Polisi sebagai penegak hukum tak pernah berjaya total, menyapu bersih kriminalitas untuk waktu yang lama.

Begitu pula sebaliknya, Ada masa ketika kriminalitas meraja lela. Ada perampokan bersenjata di jalan raya, ada pemerkosaan, ada penipuan, dan macam-macam kejahatan lainnya yang sama sekali lolos dari sentuhan polisi.

Akankah tercipta suatu masa ketika penegak hukum mengalahkan para kriminal? Ataukah ini sekadar utopia?

Kriminolog Adrianus Meliala pernah menulis sebuah artikel menarik mengenai hal ini. Menurutnya, gampang saja mencari jawaban untuk pertanyaan itu. Kata dia, lihat saja situasi penegak hukum, sumber dayanya, serta kewenangannya. Jika itu berada pada tingkat yang ideal, maka kriminalitas bisa ditekan. Secara teori, itu disebutpolice-initiated cases.

“Sebaliknya, jika jumlah penegak hukum kurang, baik jumlah, anggaran, moral kerja, maupun kewenangan, kriminalitas bisa tak terkendali serta bisa jadi tak satu pun yang dapat disentuh hukum,” ujarnya seperti ditulis dalam situs Uni Sosial Demokrat.

Pertanyaannya sekarang, apakah setelah 67 merdeka kondisi seperti itu bakal tercipta, setidaknya di kota besar seperti Jakarta? Cita-cita seperti itu tentu sangat penting, karena di negara merdeka, rakyatnya juga harus hidup merdeka, yakni merdeka dari rasa takut.

Ciri Metropolitan

Jakarta merupakan kota metropolitan, yang bukan hanya sibuk oleh hiruk pikuk warga mencari penghidupan, tetapi juga oleh kriminalitas yang selalu menyertainya.

"Kriminalitas memang ciri khas metropolitan. Kita dari Kepolisian Polda Metro tidak henti-hentinya mencegah dan mengusut yang kadung terjadi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto kepadaINILAH.COMdi Mapolda, Jakarta, Kamis, (9/8/2012).

Menurutnya, untuk mengimbangi aksi kejahatan yang sudah canggih dan berani di zaman sekarang dibutuhkan peran serta masyarakat. "Polisi terus berusaha menindak jika terjadi aksi kejahatan, namun selalu ada lagi. Ini yang kita juga minta bantuan kepada masyarakat untuk sama-sama memerangi kejahatan," imbuh Rikwanto.

Rikwanto menjelaskan bahwa setiap tahun polisi selalu memperbarui diri, selalu ada penambahan sarana dan prasaran, termasuk personel. Itu semua dalam rangka mengantisipasi perkembangan kejahatan yang lahir di Jakarta.

"Namun kalau kita menunggu itu terlalu lama. Jadi yang ada saja kita tingkatkan kemampuannya dan kita fokuskan terhadap kasus-kasus tertentu agar segera diungkap, supaya masyarakat bisa aman beraktivitas."

Mengenai tingkat kejahatan, Rikwanto menilai nyaris sulit melihat adanya perubahan siginifikan ke arah yang lebih menggembirakan. Ambil contoh, dalam setahun terakhir, kuantitas kriminalitas belum menunjukkan perubahan berarti, bahkan cenderung meningkat.

Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, kejahatan dengan kekerasan di Jakarta pada semester pertama 2012, mencapai 331 kasus atau melampaui angka kejahatan dengan kekerasan di tahun 2011 dengan 257 kasus dalam satu tahun.

Angka tersebut berdasarkan pelaporan yang diterima Polda Metro Jaya dari masyarakat. Dari 257 kasus di tahun 2012, 89 kasus di antaranya dapat diselesaikan. Sementara untuk tahun 2011 hanya 87 kasus yang dapat diselesaikan.

Penyebabnya, kata Rikwanto, setiap kali polisi bergerak, selalu saja ada pola kriminalitas yang baru. Kalau dulu motor dicuri di depan rumahnya atau di tempat parkir, sekarang motor dicurinya di tengah jalan. Kemudian, para pelaku kejahatan juga sudah semakin canggih, kini banyak yang menggunakan senjata api.

“Itu tren yang berkembang. Maka dari itu, kita juga perlu melakukan tindakan tegas untuk antisipasi."

Lalu apa tindakannya? Menghapus total kriminalitas adalah sesuatu yang sulit dilakukan, meskipun bukan mustahil. Yang terpenting sekarang, kata Rikwanto, hindari kejahatan agar tidak menjadi korban dan tidak juga menjadi pelaku kejahatan. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER