Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 April 2015 | 11:14 WIB
Hide Ads

Polisi: Halte TransJakarta Matraman Dirusak

Oleh : Anton Hartono | Senin, 13 Agustus 2012 | 17:05 WIB
Polisi: Halte TransJakarta Matraman Dirusak
inilah.com/Ardy Fernando

INILAH.COM, Jakarta - Perusakan halte TransJakarta yang dilakukan oleh orang tidak dikenal di Jl Slamet Riyadi, Matraman, Jakarta Timur, pada Senin (13/8/2012) dini hari bukanlah ditembak. Hal ini diketahui setelah pihak kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan tidak menemukan peluru atau benda mencurigakan di sekitar lokasi.

"Perusakan saja, bukan penembakan, karena kaca busway retak, dan tidak ada saksi yang melihat," kata AKBP Dian Perri, Kasat Reskrim Polres Jaktim, Senin (13/8/2012).

Meski telah dilakukan olah TKP, namun hingga kini polisi mengaku masih belum dapat menyimpulkan motif pelaku yang telah melakukan perusakan di halte busway tersebut. Dari hasil olah TKP, polisi tidak menemukan bekas peluru atau senjata api atau gas di sekitar lokasi.

Ditambah lagi tidak adanya saksi ketika peristiwa berlangsung. Sehingga polisi memastikan hal itu bukanlah penembakan, melainkan perusakan oleh orang tak dikenal.

Perusakan halte busway juga pernah terjadi dua pekan lalu di sejumlah titik yang dilakukan dengan cara menembakkan kaca halte. Dan hingga kini, polisi masih menelusuri motif pelaku yang selalu meneror keberadaan halte busway.

Sebelumnya, Senin (13/8/2012) dini hari terjadi perusakan di halte busway di Jl Slamet Riyadi, Matraman, Jakarta Timur. Namun pada saat kejadian, petugas keamanan sedang membeli makan nasi goreng. Sehingga tidak ada satupun saksi yang mendengar letusan atau suara tembakan.

Ketika kembali ke halte busway, petugas keamanan melihat kaca mobil patroli Transjakarta yang mengalami retak. Terkait hal ini Kapolsek Matraman, Kompol Djoko Santoso menjelaskan masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut serta mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian.

"Kemungkinan pelaku perorangan. Bisa jadi menggunakan ketapel, atau menggunakan kerikil. Karena dari hasil olah TKP diperkirakan itu kerikil. Itu terlihat dari kaca yang hanya retak, tidak tembus," jelasnya. [bar]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.