Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 29 Juli 2015 | 13:50 WIB
Hide Ads

Luthfi: PKS Bertransaksi dengan Foke - Nara

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Sabtu, 11 Agustus 2012 | 19:15 WIB

Berita Terkait

Luthfi: PKS Bertransaksi dengan Foke - Nara
inilah.com/Ardhy F

INILAH.COM, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dituding melakukan politik transaksional dengan pasangan calon gubernur DKI Jakarta Foke-Nara. Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq membenarkan tudingan tersebut.

"Memang benar PKS bertransaksi dengan pasangan Foke-Nara, tapi transaksinya itu dalam bentuk kesepakatan untuk membangun kota Jakata lebih baik, maju, smart, aman dan sejahtera," kata Lutfi dalam jumpa Pers di kantor DPP PKS, Jakarta, Sabtu, (11/8/2012).

Menurutnya, kalau partainya tidak melakukan transaksi kepada calon incumben yang lolos putaran kedua ini tampak akan 'berdosa'. "Saya rasa kalau tidak transaksi seperti itu PKS bersalah," singkatnya.

Namun, lanjut Lutfi, kalau ada kabar lain bahwa PKS mendukung Foke-Nara karena politik transaksional itu akan dikaji lagi. "Selebihnya akan kami petimbangkan yang pernyataan fitnah dan memecah belah antar umat yang ingin mebangun kota Jakarta," tegas Lutfi.

Sebelumnya, Salah satu tim sukses Joko Widodo dan Basuki T Purnama, Denny Iskandar mengatakan Partai Keadilan Sejahtera pada Pilkada putaran kedua nanti akan merapat ke calon incumben yakni Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli.

"Saya belum liat suratnya secara tertulis, saya dapat informasi dari tim PKS dan ini A-1," ujar Denny saat dihubungi INILAH.COM, Jakarta, Rabu, (8/8/2012).

Dirinya menduga PKS mendukung pasangan Foke di putaran kedua karena faktor materi atau politik transaksional. "Ya namanya juga dekat lebaran mau THR, kalau dia merapat ke Jokowi kan ga ada dana. Kita aja bikin spanduk ga sanggup, apalagi mau THR," terangnya.

Namun, dirinya juga belum bisa memastikan secara valid dugaannya itu. Tetapi, hal itu dipahami jika memang dilakukan. "Saya ga bisa ngomong seperti itu pasti dengan transaksional cuma memahami saja kalau itu dilakukan, ya namanya organisasi perlu dana," jelas Denny. [lal]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.