Jumat, 22 Agustus 2014 | 04:59 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PKS & PDIP Tidak Sejalan di Pemilukada DKI & Jabar
Headline
inilah.com
Oleh:
metropolitan - Sabtu, 11 Agustus 2012 | 16:45 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) susah untuk bersatu. Ambil contoh di Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta 2012 dan Jawa Barat (Jabar). Dua partai tersebut seperti minyak dan air.

Dalam putaran kedua Pemilukada DKI Jakarta, PKS mendukung pasangan incumbent, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Sebab, sulit untuk masuk ke dalam tim pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terkesan alergi dengan kader PKS.

PKS sebenarnya membuka diri dengan pasangan Jokowi-Ahok. Salah satu partai pendukung lainnya, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), juga menyambut baik PKS untuk bergabung. Namun, yang jadi penghambat ada di PDIP.

"Ada semacam perintah bahwa PDIP tidak boleh koalisi dengan PKS. Ini sudah menjadi pengetahuan umum kita, lihat di semua pemilukada, PKS dan PDIP enggak bakal nyatu," kata sumber INILAH.COM, Sabtu (11/8/2012).

Peta kekuatan di putaran kedua Pemilukada DKI Jakarta sekarang yakni, pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli didukung Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Golongan Karya, PKS, dan beberapa partai gurem. Sedangkan, pasangan Jokowi-Ahok disokong PDIP dan Gerindra.

Serupa dengan Pemilukada DKI Jakarta, PKS dan PDIP tidak bisa sejalan di Pemilukada Jawa Barat 2013. PKS ingin menduetkan Ahmad Heryawan (Aher) yang saat ini menjabat Gubernur Jawa Barat, dengan politisi PDIP Rieke Diah Pitaloka. Namun karena sudah berbeda ideologi, PKS merupakan partai Islam dan PDIP partai nasionalis, sangat susah menyatu.

Keinginan PKS berduet dengan Rieke yang dulu berprofesi artis, diperlukan untuk menandingi popularitas Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf. Sebab, sebelum terjun ke politik, Dede lebih dulu tenar sebagai bintang film. "Akhirnya, PKS cari yang lain seperti Desy Ratnasari dan Dedi Mizwar," kata sumber INILAH.COM.

Bahkan, daripada berjalan bersama dengan PKS, PDIP lebih memilih bersatu dengan Partai Demokrat. Kabarnya, PDIP sudah bertemu dengan Dede Yusuf. "Sudah ketemu mereka, tunggu saja tanggal mainnya," kata salah satu anggota tim sukses Dede Yusuf yang enggan disebutkan namanya.

Peta kekuatan Pemilukada Jawa Barat saat ini, Dede Yusuf, Aher dan Rieke termasuk kandidat calon gubernur Jawa Barat yang populer. Yang sudah mendeklarasikan diri sebagai calon gubernur adalah Aher, sedangkan Dede dan Rieke masih menimbang-nimbang.

Melihat dua kasus tersebut, jadi teringat dengan founding fathers Indonesia, Ir Soekarno dan Mohammad Hatta. Perbedaan ideologi di antara seluruh pemimpin ketika itu, tidak membuat kepentingan masyarakat dilupakan. Mereka mampu membawa rakyat ke pencapaian kepentingan bersama. [bar]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER