Rabu, 23 April 2014 | 17:06 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PKS Bisa Wujudkan Jakarta Bersatu vs Kotak-kotak
Headline
IST
Oleh: Bayu Hermawan
metropolitan - Sabtu, 11 Agustus 2012 | 07:02 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Teka-teki kemana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan memberikan dukungan di Pemilukada DKI Jakarta putaran kedua akan segera terjawab.

Hari ini, rencananya PKS akan mengumumkan apakan akan mendukung pasangan calon Gubernur Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli atau Jokowi-Ahok.

Berdasarkan informasi yang diterima INILAH.COM, rencananya pada hari Sabtu (11/8/2012), pukul 13.30 WIB, PKS akan mendeklarasikan dukungannya ke salah satu pasangan Cagub yang lolos ke putaran kedua Pemilukada DKI Jakarta di DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Memang diantara partai-partai politik, hanya PKS yang belum menentukan sikap. Sebelumnya Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari PKS Triwicaksana, pernah berjanji PKS akan mengumumkan sikapnya itu sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Seperti diketahui, PKS dalam Pemilukada DKI putaran pertama mengusung pasangan Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini, sebagai pasangan Cagub. Namun keduanya gagal lolos keputaran kedua, setelah hanya mendapatkan jumlah suara dukungan sebesar 11,72 persen, dan berada dibawah pasangan Cagub Jokowi-Ahok yang berada diurutan pertama dan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli diposisi kedua.

Tentu saja dua Cagub yang lolos putaran kedua yakni Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Jokowi-Ahok, menunggu-nunggu sikap dari PKS. Sebab perolehan suara sebesar 11,72 persen, sangat penting bagi kedua Cagub ini untuk memenangkan pertarungan dibabak selanjutnya.Bagi pasangan Jokowi-Ahok, untuk keluar sebagai pemenang Pemilukada DKI Jakarta putaran kedua, memang hanya perlu tambahan suara dari PKS.

Sebab dengan suara dukungan 11,72 persen dari PKS, maka pasangan ini akan menutup kekurangan sisa suara 7,41 persen untuk memenuhi syarat minimal 50 plus 1 persen, sebagai pemenang di Pemilukada DKI Jakarta putaran kedua.

Jokowi memang punya modal untuk mengaet dukungan dari PKS, karena sebelumnya dalam Hidayat Nur Wahid, yang merupakan Cagub dari PKS, pernah bekerja sama dengannya, dan mengantar Jokowi menjadi Walikota Solo.

Sementara bagi pasangan Cagub Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, dukungan dari PKS juga sangat penting. Sebab dengan perolehan suara sebesar 34,05 persen, pasangan ini membutuhkan banyak suara dukungan untuk kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta. Sebelumnya pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, sudah mendapat dukungan dari Partai Golkar, PPP, dan PAN.

Pasangan Cagub Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, juga mempunyai peluang besar untuk meraih dukungan dari PKS. Sebab selama ini PKS dikenal sebagai partai yang kental dengan ideologi keIslamannya. Tanpa bermaksud menyinggung masalah SARA, namun seperti PPP yang juga kental dengan ideologi Islamnya, bukan tidak mungkin kader dan simpatisan PKS bisa diprediksi lebih memilih pasangan calon pemimpin yang beragama Islam.

Hal itu sudah dibuktikan dari ajang Pemilu, hingga Pemilukada dibeberapa daerah, dimana PKS konsisten mendukung pasangan calon yang beragama Islam.

PKS juga berkepentingan untuk menjaga konsistennya, jika tidak mau dianggap telah melanggar dari jalur ideologi dan semakin mengalami penurunan suara di Pemilu 2014.

Pentingnya untuk mendapatkan dukungan dari PKS, memang sangat terasa. Kedua calon, diketahui gencar mendekati partai ini. Bahkan, PKS juga mengundang kedua calon pada hari Sabtu dan Minggu pekan lalu, untuk mengetahui visi dan misi mereka apakah sesuai dengan visi dan misi yang selama ini diusung oleh pasangan Cagub Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini.

Bahkan, entah karena sudah pesimis untuk mendapatkan dukungan dari PKS, salah seorang anggota tim sukses pasangan Jokowi-Ahok, kemudian mengatakan jika PKS telah menjalankan politik transaksional di putaran kedua. Anggota tim sukses Jokowi itu mengatakan, PKS dipastikan mengusung Fauzi Bowo dengan alasan untuk mendapat uang THR bagi kader-kader PKS.

Pernyataan ini langsung mendapat kecaman dari pimpinan Partai PKS, dengan mengatakan PKS tidak bisa dibeli dengan uang.Jika akhirnya PKS memutuskan mendukung Cagub Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, maka pasangan ini berhasil menghimpun Parpol-Parpol besar, dan Pemilukada DKI Jakarta putaran kedua bisa disebut pertarungan "Jakarta Bersatu vs Kotak-kotak".

Meski demikian, tugas tim Cagub Fauzi Bowo tidak berhenti disitu saja, sebab untuk mengamankan kemenangan diputaran kedua, pasangan ini juga harus semakin meningkatkan usaha untuk bisa meraih suara dukungan dari massa dua Cagub perseorangan yang gagal ke putaran kedua.

Selain itu, pasangan ini juga harus bekerja keras untuk bisa merubah warga yang sebelumnya tidak mengunakan hak suaranya dalam Pemilukada putaran pertama alias Golput yang jumlahnya mencapai 37 persen, untuk bisa beralih mendukungnya.[bay]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.