Senin, 24 November 2014 | 11:55 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Jadi Debt Colletor Oknum TNI Dilaporkan ke Pomdam
Headline
Foto: Ilustrasi
Oleh: Ahmad Farhan Faris
metropolitan - Rabu, 8 Agustus 2012 | 18:49 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - PT Satria Putera Agung melaporkan PT Era Elemen ke Polda Metro Jaya dan seorang oknum anggota TNI ke POMDAM Jaya atas dugaan perbuatan tidak menyenangkan.

Awalnya, PT Satria Putera Agung sebagai pelapor membuat MOU jual beli batu bara dengan PT Era Elemen. Perjanjian itu sama-sama diwakili oleh Direktur kedua perusahaan tersebut. PT Satria Putera Agung diwakili RW sebagai direktur perusahaan itu, dan Dirut PT Era Elemen yaitu MS. Perjajian tersebut telah berjalan hingga MS secara sepihak tidak mau melanjutkan isi perjanjian.

"Lantas pihak pembeli MS dan HA mewakili PT Era Elemen mengutus 7 orang preman untuk menagih uang yang sudah masuk ke PT Satria dengan dikomandoi oleh oknum TNI Mayor D. Mereka dengan cara menggedor-gedor pintu, menggebrak meja, melempar barang di kantor saya serta memaki-maki dengan kata-kata kotor," kata RW, Jakarta, Rabu (8/8/2012).

Akan tetapi menurut RW, itu bukanlah hutang, karena sudah diatur dalam perjanjian yang telah disepakati bersama namun diputus secara sepihak oleh MS. "Saya pun menderita kerugian besar oleh karenanya. Sebab, saya telah menyiapkan batubara, tapi tidak jadi diambil sehingga membuat saya rugi karena kesusutan dan penurunan kwalitas batubara tersebut. Hal itu karena pihak MS tidak melanjutkan perjanjian yang telah disepakati bersama," jelasnya.

Dari tindakan tersebut, RW merasa mendapat gangguan rasa tidak nyaman dan terancam. "Dari situ akhirnya RW membuat laporan ke Polda Metro Jaya tanggal 1 Agustus 2012 atas dugaan perkara 335 KUHP yaitu perbuatan tidak menyenangkan dan tanggal 6 Agustus 2012 melapor kepada POMDAM Jaya atas tindakan oknum anggota TNI tersebut," jelasnya lagi.

RW melaporkan oknum anggota TNI tersebut karena pada tanggal 6 Agustus ada 4 orang berseragam dinas TNI 'loreng' mendatangi kantor PT SPA di Kelapa Gading. "Di situ untungnya terekam oleh kamera CCTV kami dan akhirnya kami memberanikan diri untuk melaporkan oknum anggota tersebut, sekarang sudah diambil alih oleh Pomdam Jaya," katanya

Hal tersebut berdasarkan nomor laporan TBL/2713/VII/2012/PMJ/Ditreskrimum tertanggal 1 Agustus 2012. Di samping itu, mengingat diduga dikomandoi oleh oknum TNI AD, RW juga membuat laporan yang sama ke POMDAM Jaya pada tanggal 6 Agustus 2012 dengan nomor laporan TBLP. 11/VIII/2012/Jaya.[bay]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
Putri
Senin, 13 Agustus 2012 | 09:21 WIB
Udah kita lihat aja bekingan siapa yg lebih kuat !! Btw hidup bang fokeeeeeee! Hiduppp
kaniatheo
Kamis, 9 Agustus 2012 | 13:08 WIB
Pak Tentra jangan mau dong dimanfaatin sama perusahaan2 yg mengambil keuntungan besar, boss itu mah pengecut beraninya di belakang doang, anda dijadikan tumbal. Kalau sdh begini yg rugi siapa ? pasti anda lngsng diproses hukum kan ?
rini
Kamis, 9 Agustus 2012 | 09:20 WIB
pecat aja pak, jangan buat malu tni, masih banyak kok tni yang baik
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER