Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 4 Maret 2015 | 15:30 WIB
Hide Ads

Berkas Perkara Ari Sigit Dikembalikan ke Polisi

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Rabu, 8 Agustus 2012 | 15:28 WIB
Berkas Perkara Ari Sigit Dikembalikan ke Polisi
Ari Sigit - IST

INILAH.COM, Jakarta - Kejaksaan mengembalikan berkas perkara dugaan penipuan dan penggelapan yang dipersangkakan kepada cucu mantan Presiden Soeharto, Ari Sigit, ke kepolisian karena dinilai kurang lengkap.

"Jaksa minggu lalu telah mengembalikan berkas kepada penyidik dengan beberapa petunjuk untuk dilengkapi, jadi berkasnya P19," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto di kantornya, Rabu (8/8/2012).

Dia tidak bersedia menjelaskan bagian mana berkas yang kurang lengkap sesuai dengan petunjuk jaksa karena dinilainya sudah masuk dalam materi penyidikan. Dalam waktu dekat pihak penyidik akan kembali memanggil tiga tersangka dalam kasus ini yaitu Ari Sigit, Alung, dan John.

"Penyidik akan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap Ari Sigit, Alung, dan John untuk melengkapi berkas," kata Rikwanto.

Ari Sigit menjadi tersangka kasus dugaan penggelapan dana proyek dari PT Krakatau Wajatama senilai Rp2,5 miliar. Dana itu diberikan kepada PT Dinamika Daya Andalan yang ditunjuk Krakatau Wajatama sebagai pelaksana proyek pengerukan tanah di Cilegon, Banten.

Namun, dalam pelaksanaannya disebutkan bahwa proyek tidak dilakukan PT Krakatau Wajatama. Akhirnya, dua pejabat PT Krakatau Wajatama melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya pada Oktober 2011.

Polisi sudah menetapkan lima tersangka yakni Ari Sigit, Soenarno, John, Alung, dan seorang karyawan berinisial B. Ari Sigit merupakan Komisaris Utama PT Dinamika Daya Andalan. Soenarno menjabat dirut di perusahaan itu. Ketiga tersangka lain adalah karyawan perusahaan yang sama.

Kelima tersangka memiliki peran berbeda mulai dari yang bertugas tanda tangan kontrak, bertanggung jawab atas proyek, sampai penerima aliran dana. Ari Sigit dan Soenarno dinilai sebagai pihak yang paling bertanggungjawab karena menandatangani surat kontrak antara PT Dinamika Daya Andalan dengan PT Krakatau Wajatama. Para tersangka dijerat pasal 372 dan 378 KUHP. Seluruh tersangka tidak ditahan karena dinilai masih kooperatif. [yeh]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.