Selasa, 2 September 2014 | 21:01 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PKB: Panwaslu Harus Objektif di Kasus Rhoma Irama
Headline
inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Renny Sundayani
metropolitan - Rabu, 8 Agustus 2012 | 12:43 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa mengingatkan Panwaslu untuk berhati-hati menanggani polemik tentang dakwah Rhoma Irama yang dituding menyinggung persoalan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Sekretaris Jenderal DPP PKB Imam Nahrawi, melihat ucapan Rhoma Irama di Masjid Al-Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu, sama sekali tidak bermaksud menyudutkan salah satu kandidat dalam Pemilukada DKI. PKB menilai sang Raja Dangdut tersebut murni bertujuan untuk dakwah.

"Panwaslu harus hati-hati menangani Bang Haji Rhoma, karena ia seorang kyai dan mubaligh, maka apa yang disampaikan di masjid yang jamaahnya pasti muslimin atau muslimat pastinya ayat-ayat Allah dan hadist-hadist Nabi. Bila nasihat-nasihat yang disampaikan itu tentang pemimpin, maka itu sesuatu yang benar, karena disampaikan kepada jamaahnya. Kalau hal ini dipersoalkan, maka apakah di tempat-tempat ibadah agama lain juga bisa dijamin tidak ada hal semacam ini. Selain itu apa harus direkam dan dijadikan alat untuk menjerat seseorang?," jelas Imam Nahrawi, Rabu (8/8/2012).

Imam berharap Panwaslu DKI benar-benar bersikap adil dan objektif. Apalagi, sambung anggota Komisi V DPR itu, Bang Haji Rhoma Irama, hadir di Masjid Al-Isra tidak dalam kapasitas sebagai tim kampanye pasangan Fauzi Bowo-Nachrawi Ramli. Melainkan dalam rangka safari Ramadhan. "Panwaslu juga harus bersikap adil dan jujur terhadap pengaduan pelanggaran yang dilakukan oleh pasangan Jokowi-Ahok. Apakah hal itu juga diproses dan dieskpose besar-besaran seperti halnya yang dituduhkan kepada H Rhoma Irama," tanyanya.

Oleh karena itu, Imam meminta kepada semua pihak untuk melihat persoalan ini secara jernih dan tidak semakin memperkeruh suasana dengan cara mempolitisasi persoalan. "Saya minta kepada semua pihak, jangan mempolitisasi apalagi mengomentari dengan kata-kata kotor kepada Bang H Rhoma Irama, karena bagaimana pun beliau juga memiliki umat dan jamaah yang sangat mencintainya," tegasnya.

Terlepas dari bermunculannya tuduhan-tuduhan miring, menurut Imam Nahrawi, H Rhoma Irama adalah warga negara yang sama-sama punya hak menentukan pilihan politiknya dan berhak juga menyampaikan pilihannya kepada jamaah atau pengikutnya. Kendati demikian, dalam hal ini DPP PKB menyerahkan persoalan ini kepada prosedur hukum yang berlaku. "DPP PKB berharap masalah ini dilihat secara jernih dan saling menghormati sampai Panwaslu benar-benar memutus secepat-cepatnya dan sejujur-jujurnya," tandasnya.[bay]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER