Minggu, 21 Desember 2014 | 19:03 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PKS: Tim Sukses Jokowi Lakukan Black Campaign
Headline
inilah.com/Ardhy Fernando
Oleh: Bayu Hermawan
metropolitan - Rabu, 8 Agustus 2012 | 11:53 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengecam pernyataan yang disampaikan oleh tim sukses pasangan calon Gubernur Jokowi-Ahok, yang seolah menyatakan jika partai itu telah melakukan politik transaksional dengan memberikan dukungan ke pasangan Cagub Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli pada putaran kedua Pemilukada DKI Jakarta.

Ketua DPW PKS Jakarta Triwicaksana menegaskan jika apa yang disampaikan oleh tim sukses pasangan Jokowi-Ahok adalah black campaign dan sebuah kebohongan besar. "Itu adalah kebohongan, itu black campaign. Kami tidak pernah meminta mahar kepada siapapun," tegas Triwicaksana, Rabu (8/8/2012).

Pria yang akrab disapa Sani itu menjelaskan, PKS telah mempelajari dan menimbang dengan sangat mendalam sebelum memilih siapa yang akan didukung dalam putaran kedua. Oleh sebab itu lah pada hari Sabtu dan Minggu pekan lalu, dua pasangan Cagub yakni Fauzi Bowo dan Jokowi datang ke DPP PKS.

"Kita telah berdiskusi dengan kedua pasangan calon, pekan lalu. Tapi tidak pernah ada yang namanya uang 'mahar'. Pertimbangan yang digunakan PKS dalam memberikan dukungan diputaran kedua yakni, apakah Cagub yang ada mampu melanjutkan perjuangan agenda dari PKS dan Hidayat-Didik," jelasnya.

Sani mengatakan, kemana dukungan PKS akan diberikan akan diketahui sebelum libur hari raya Idul Fitri. Terkait pernyataan tim sukses Jokowi-Ahok, ia mengatakan bukan tidak mungkin ini akan dilanjutkan ke ranah hukum. "upaya black campaign yang dilakukan oleh pihak lain ini merusak citra kami, bukan tidak mungkin kami akan lapor polisi," ucapnya.

Sebelumnya Salah satu tim sukses Joko Widodo dan Basuki T Purnama, Denny Iskandar mengatakan Partai Keadilan Sejahtera pada Pilkada putaran kedua nanti akan merapat ke calon incumben yakni Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli.

Ia menduga PKS mendukung pasangan Foke di putaran kedua karena faktor materi atau politik transaksional. "Ya namanya juga dekat lebaran mau THR, kalau dia merapat ke Jokowi kan ga ada dana. Kita aja bikin spanduk ga sanggup, apalagi mau THR. Apakah PKS menjalankan politik transaksional, saya tidak bisa memastikan, cuma memahami saja kalau itu dilakukan, ya namanya organisasi perlu dana," jelas Denny, kepada INILAH.COM.

Dikatakan oleh Denny, pada tahun 2007 silam partai tersebut (PKS) adalah lawan politiknya calon incumben sekarang ini. Nah, ini tidak logis bisa mengarah kepada Foke dalam Pilkada putaran kedua. "Dulu tahun 2007 Adang dikeroyok ama yang lain, masa sekarang mau merapat. Itu kan gimana ya logikanya," tandasnya.[bay]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
5 Komentar
bam
Kamis, 9 Agustus 2012 | 13:29 WIB
pks jangan gegabah u merapat ke team foke. apakah dia lebih baik drpda jokowi? serahkan sj pd pemilih. krn tdk semua yg berlabel Islam itu betul2 Islami. citra pks akan jd taruhan.
Abu
Kamis, 9 Agustus 2012 | 08:15 WIB
kayakny si denny g rela buanget klo mpe PKS dukung jokowi, jd dia bkin huru hara ja biar PKS marah getu
l
Kamis, 9 Agustus 2012 | 08:11 WIB
Partai Gerindra salah besar memilih si Ahok jadi Calon Wagub DKI. Akhirnya jadi Blunderrrrr. Di putaran ke 2 semua masyarakat dan partai tidak akan melihat dia, karena si Ahok sering melecehkan siapa aja, termasuk Kitab Suci yg katanya lebih rendah dari Konstitusi....
goeslies
Rabu, 8 Agustus 2012 | 13:13 WIB
Lebih baik PKS netral aja, toh 2-2 nya bukan jagoannya dari awal... Serahkan kepada konstituenya untuk memilih sesuai keyakinan dan nuraninya.....
trisna
Rabu, 8 Agustus 2012 | 12:38 WIB
Di laporkan saja, ke polisi jangan mau terus di fitnah .
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER