Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 6 Juli 2015 | 14:05 WIB
Hide Ads

Fauzi Bowo: 4 Tahun Jadi Gubernur Tak Ada Isu SARA

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Sabtu, 4 Agustus 2012 | 17:00 WIB

Berita Terkait

Fauzi Bowo: 4 Tahun Jadi Gubernur Tak Ada Isu SARA
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo - inilah.com/Agus Priyatna

INILAH.COM, Jakarta - Pilkada DKI Jakarta 2012 kali ini sangat berbeda dengan periode sebelumnya. Tahun 2007 silam hanya dua kandidat, namun tahun ini ada banyak kandidat. Sehingga dua calon pasangan yang lolos pada putaran kedua yakni pasangan Fauzi Bowo dengan pasangan Joko Widodo.

Selain itu, pada periode sebelumnya, lawan Fauzi Bowo yaitu Adang Darajatun dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dalam pemilukada tahun lalu tidak ada isu yang menyingung soal Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA) seperti saat ini.

Pada putaran pertama isu SARA tidak begitu mengental mengingat masih banyak calon-calon lain, namun pada putaran kedua isu ini berhembus kencang. Sampai-sampai penceramah sekaligus penyanyi kondang Rhoma Irama yang berdakwah diduga menyinggung isu SARA.

Calon Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, isu SARA memang sangat berkepentingan, namun isu SARA itu tidak berkembang di Jakarta sebelumnya.

"Isu ini tidak berkembang di Jakarta, karena memang selama hampir 4 tahun saya jadi Gubernur tidak ada hal-hal seperti itu," kata Foke begitu disapa di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Sabtu, (4/8/2012).

Fauzi Bowo menjelaskan, mengapa sebelumnya hal itu tidak ada, karena negara ini menganut asas Pancasila yang jelas mempunyai UUD 1945. "Itu kan jelas sebagai falsafah negara. UUD kita tidak memberikan ruang isu SARA untuk berkembang, juga peraturan perundangan lainnya itu semua merujuk kepada dasar falsafah negara," ujarnya yang lolos pada putaran kedua bersama Nachrowi Ramli. [mvi]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.