Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 15:28 WIB

Warga Jakarta Tak Memilih Pemimpin Secara Rasional

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Kamis, 2 Agustus 2012 | 04:10 WIB
Warga Jakarta Tak Memilih Pemimpin Secara Rasional
Inilah.com/Ardhy Fernando
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Sebagian besar warga Jakarta yang memiliki hak pilih dan menyampaikan pilihannya dalam pemungutan suara Pemilukada DKI Jakarta putaran pertama, 11 Juli lalu, dinilai tak rasional.

Hal tersebut diungkapkan anggota KPUD DKI Djamal Faisal saat diskusi yang digelar di Institut Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2012) kemarin. "Saya tidak setuju jika warga Jakarta sudah memilih dengan rasionalitas," kata Djamal, Rabu (1/8/2012).

Saat ini Djamal menilai, unsur emosional lebih dikedepankan warga Jakarta dalam memilih pemimpin. "Pendekatan emosional lebih dominan dalam tren pemilih di Jakarta," ujarnya.

Menurut Djamal, kekalahan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli pada putaran pertama terletak pada pendekatan emosional yang kurang intensif terhadap masyarakat. Namun sebaliknya pendekatan emosional malah membuat Jokowi mendapatkan hati masyarakat.

Seperti diketahui, dalam hasil pemungutan suara di Pemilukada DKI Jakarta putaran pertama, pasangan Jokowi-Ahok berhasil mengungguli lima pesaingnya dengan perolehan suara 42,6 persen. Sedangkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli menempati urutan kedua dengan raihan 34,05 persen.[dit]

 
x