Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 2 September 2015 | 15:32 WIB
Hide Ads

Ditinggal Tarawih, Bocah Autis Dicabuli

Oleh : - | Rabu, 1 Agustus 2012 | 19:05 WIB
Ditinggal Tarawih, Bocah Autis Dicabuli
foto: Ilustrasi

INILAH.COM, Surabaya - Kusnadi (28) asal Desa Lebani Suko, Kecamatan Wringin Anom Gresik diperiksa Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polrestabes. Pria itu dilaporkan ke polisi karena diduga telah mencabuli seorang siswi SMP yang mengalami autis pasif.

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Suparti mengatakan Kusnadi ditangkap di tempat kosnya di Jalan Nginden Semampir I, Surabaya, setelah petugas mendapat laporan dari orang tua korban. Menurut Suparti, pelaku melakukan perbuatan cabul terhadap korban berinisial NA (15) pelajar SMP kelas II yang tinggal Jalan Bratang Surabaya.

Peristiwa itu terjadi pada hari Selasa (31/7/2012) malam. Saat itu korban menunggu ibunya sholat tarawih di Jalan Bratang Binangun. Pelaku datang dan melambaikan tangan sebagai isyarat memanggil korban. "Antara korban dan pelaku tidak saling mengenal. Mereka bertemu di Jalan Bratang Binangun, Surabaya." ucapnya.

Melihat ada yang memanggil, korbanpun menghampiri orang yang memanggilnya itu. Kemudian pelaku mengajak korban duduk berduaan di teras tempat kerja pelaku di Jalan Nginden Semampir. Saat itu, pelaku membelikan minum ringan kepada korban.

Begitu mereka duduk bersandingan atau duduk berduaan, tangan pelaku mulai memegang paha korban, selanjutnya jari-jemari pelaku beroperasi ke mana-mana hingga sampai ke area terlarang milik korban. Usai kejadian itu, korban melaporkan ke orang tuanya. "Dari situ orang tua melaporkan ke polisi atas perlakuan pelaku, hingga pelaku ditangkap," lanjutnya.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa baju warna kuning motif kartun dan satu potong celana dalam warna kuning milik korban.[beritajatim]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.