Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 3 Maret 2015 | 14:15 WIB
Hide Ads

Pembacokan Pondok Pinang

Ridwan: Saya Kira Itu Kopi Hangat, Ternyata Darah

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Rabu, 1 Agustus 2012 | 18:30 WIB
Ridwan: Saya Kira Itu Kopi Hangat, Ternyata Darah
Foto : Ilustrasi

INILAH.COM, Jakarta - Ridwan Arifin mengaku awalnya tidak menduga jika Rizki Ariwibowo (19), menjadi korban pembacokan oleh orang tidak dikenal. Ia baru mengetahui setelah temannya itu terjatuh dari boncengan motor dengan luka bacok pada bagian lehernya.

Sofyan yang merupakan kakak kandung Ridwan mengatakan, malam itu adiknya pergi bersama korban dengan meminjam sepeda motor Yamaha Jupiter Z bernopol B 6998 NGV, untuk membeli makan sahur. "Mereka abis dari warteg makan sahur dan juga bawa nasi bungkus buat temannya, Upit pemilik motor Jupiter tersebut," ujar Sofyan, menirukan ucapan adiknya, Rabu (1/8/2012).

Ia melanjutkan, usai membeli makanan sekitar pukul 02.00 WIB, keduanya kembali menuju warnet Sixzone miliknya. Tiba-tiba dari arah berlawanan ada motor bebek yang ditumpangi oleh dua orang, pengendara memakai helm dan yang dibonceng memakai topi kupluk. "Kemudian mereka dipepet ke tembok, abis itu motor bebek pergi. Tidak lama, datang lagi motor Yamaha Mio dengan pengendara motor memakai helm dan yang dibonceng juga pakai kupluk," ucapnya.

Saat dipepet kedua kali itulah, Ridwan merasa orang membonceng sepeda motor itu melempar sesuatu, namun karena kondisi jalan yang gelap Ridwan tidak bisa memastikan apa yang dilakukan oleh pengedara motor yang tidak dikenalnya itu. "Namun kemudian tangan sebelah kanan si Ridwan basah dan berasa anget. Dia bilang awalnya berpikir Rizky dilemparin kopi panas, tapi ternyata darah," ujarnya.

Adiknya itu sempat bertanya kepada Rizky, namun tidak mendapatkan jawaban. Ridwan kemudian terkejut saat tiba-tiba Rizky jatuh ke aspal dengan posisi tengkurap dan darah bercucuran dari lehernya.

"Dia sempat bertanya 'gak apa-apa loe Zeey?', tapi tidak dijawab. Namun kemudian Rizky jatuh dari boncengan, dia langsung minta tolong sama tukang Warteg dekat TKP. Tetapi tukang Warteg nggak ada yang keluar karena mungkin takut, yang jaga ibu-ibu semua. Kemudian, ada satu orang bapak-bapak, Ridwan minta tolong ke bapak itu, tapi si bapak itu juga bingung. Lalu si Ridwan melihat ada polisi di Sevel yang berjarak agak jauh dari TKP, kemudian Polisi itu datang ke TKP dan langsung memanggil ambulans," jelasnya.

Sebelumnya, Rizki Ariwibowo (19), tewas dibacok oleh orang tidak dikenal di Jalan H Muhi, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Rabu (1/8/2012) dini hari. Pemuda itu tewas dengan luka bacok pada bagian lehernya.

Kanit Reskirm Polsek Kebayoran Lama, Iptu Alfred mengatakan pembacokan itu terjadi pada Rabu dini hari, sekitar pukul 01.45 WIB. Saat itu korban yang dibonceng oleh oleh temannya yang bernama Ridwan Arifin, baru saja pulang membeli makan sahur.

Saat melintas di Jalan H Muhi, dari arah Pondok Pinang menuju Bintaro, tiba-tiba dari arah berlawanan ada dua sepeda motor yang menghampiri dan memepet sepeda motor yang ditumpangi korban. "Saat ini kami masih mengumpulkan informasi di lapangan, dan berusaha memburu pelaku" ucap Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Lama.[bay]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.