Kamis, 30 Oktober 2014 | 19:57 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tolak Baca Eksepsi,
Sidang Anak Buah John Kei Ditunda
Headline
Foto : Ilustrasi
Oleh: Sumitro
metropolitan - Selasa, 24 Juli 2012 | 15:05 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali menggelar sidang lanjutan dugaan pembunuhan mantan bos Sanex Steel, Tan Hari Tantono alias Ayung. Namun sidang yang sedianya mengagendakan pembacaan eksepsi dari terdakwa terpaksa ditunda.

Alasannya ditundanya sidang pembunuhan mantan bos Sanex Steel dengan terdakwa yang juga anak buah Jhon Kei, Acola Kei Cs, menolak membaca eksepsi. "Kami tidak ingin membacakan eksepsi," tegas Acola Kei Cs melalui kuasa hukumnya, Robert Manurung.

Ia menjelaskan, pembacaan nota keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atau eksepsi terdakwa terlalu bertele-tele. Padahal pihaknya menginginkan persidangan berjalan cepat.

Kuasa hukumnya Acola Cs, juga menolak bahwa nota keberatan atau eksepsi tidak siap dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (24/7/2012). Ia kembali menegaskan, kliennya tidak paham dengan hal-hal teknis berkaitan dengan apa yang didakwaan sebagaimana dalam eksepsinya, dan berkeinginan jalannya persidangan cepat selesai.

"Eksepsinya sudah siap, cuma pokok persoalannya kan kepentingan yang mau dibela kan kepentingan terdakwa. Terdakwa kan tidak tahu teknis itu apa, materi itu apa, bagaimana, susunannya apa," jelasnya.

Menurut Robet, yang lebih penting dan patut diketahui adalah bahwa terdakwa sudah membaca surat dakwaan jaksa penuntut umum. Meski terdakwa menegaskan bahwa peristiwa pembunuhan itu terjadi diluar rencana dan tanpa kesengajaan. "Peristiwa itu tidak rencana, tidak ada sengaja, jadi seketika itu terjadi. Jadi bagaimana supaya itu cepat dia sampaikan, kan tidak ada eksepsi," ujarnya.

Mendapati hal itu, Ketua Majelis Hakim Heru Susanto, selanjutnya mengetok palu penegasan akan penundaan sidang sepekan ke depan. "Sidang ditunda sampai minggu depan, 31 Juli 2012 dengan agenda pemeriksaan saksi," ucap dia.

Acola Cs didakwa JPU dengan Pasal 340 KUHP sebagai Pasal Primer dengan ancaman hukumannya paling berat seumur hidup. JPU juga memuat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan unsur kesengajaan dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan jika Pasal 340 KUHP tidak terbukti di persidangan.[bay]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER