Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 Maret 2015 | 20:08 WIB
Hide Ads

Awas, Isu Sara Merebak di Putaran Kedua

Oleh : Karel S Ratulangi | Minggu, 22 Juli 2012 | 03:40 WIB

Berita Terkait

Awas, Isu Sara Merebak di Putaran Kedua
inilah.com/Ardhy Fernando

INILAH.COM, Jakarta Isu seputar suku, agama dan ras (SARA) pada putaran kedua pilkada DKI Jakarta, diperkirakan akan semakin marak. Isu ini akan dijadikan senjata ampuh guna melakukan pembunuhan karakter terhadap calon tertentu.

Hal tersebut disampaikan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro. Menurutnya, isu SARA masih signifikan dalam menghadapi Pilkada DKI putaran kedua.

Siti menjelaskan, politik adalah wilayah abu-abu, tak terkecuali dalam Pilkada DKI, akan banyak isu-isu ekstrem yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab. Siapapun pihak yang melempar isu tersebut yang pasti bertujuan untuk merusak stabilitas keamanan dalam bermasyarakat.

"Jangan ada dusta diantara mereka. Berikanlah pembelajaran politik yang sehat untuk masyarakat," ujarnya, saat dihubungi oleh INILAH.COM, Minggu (22/7/2012).

Lebih lanjut, dia menilai jangan sampai ada rekayasa dari pihak-pihak pasangan calon yang melakukan kampanye-kampanye hitam yang akhirnya merugikan masyarakat.

Masyarakat sudah berpartisipasi dan antusias dalam mengikuti Pilkada DKI, dan sebaiknya pasangan calon dan para pendukungnya menghargai antusiasme dan partisipasi masyarakat dengan menggunakan cara-cara berpolitik yang sehat dan fair.

Terkait isu SARA yang dialami salah satu calon, menurutnya perlu menjadi perhatian serius dari tim sukses. Masyarakat akan lebih fokus dalam menguliti profil para kandidat cagub-cawagub.

"Tidak tertutup kemungkinan isu SARA akan dipertimbangkan oleh masyarakat dalam putaran kedua Pilkada DKI nanti," tandasnya. [gus]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.