Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Mei 2015 | 09:42 WIB
Hide Ads

Polisi Periksa 15 Anggota FBR

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Rabu, 18 Juli 2012 | 22:35 WIB
Polisi Periksa 15 Anggota FBR
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Rikwanto - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Rikwanto mengatakan, sampai saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa anggota FBR yang diamankan terkait aksi sweeping di wilayah Jakarta Barat.

"Ada 15 anggota FBR yang diamankan oleh polisi dan masih dalam pemeriksaan, jadi belum ada penetapan tersangka. Masih didalami siapa berbuat apa, siapa yang membawa sajam dan dikenakan UU Darurat dan siapa yang melakukan pengrusakan," ujar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/7/2012).

Dia menjelaskan, Syarifudin Leo Ardy (36) anggota FBR dan pemilik warung yang dirusak merupakan orang yang menggerakan massa untuk melakukan sweeping. "Nah, kini Leo masih diperiksa terkait peran dan keterlibatannya itu," singkatnya.

Rikwanto mengatakan, pada Selasa (17/7/2012) pukul 23.00 WIB terjadi pengrusakan di RT 11/05 Kel Pekojan, tepatnya di samping Hotel Jatra yang dilakukan oleh 40 orang tidak dikenal menggunakan sepeda motor ke sebuah warung makan milik Leo. Sehingga, etalase kaca warung milik Leo pecah dan bendera FBR dirobek.

"Setelah itu, sekitar ratusan massa FBR berkumpul kemudian berkeliling mencari pelaku dan diduga akan melakukan aksi balasan terhadap para pelaku yang diduga dari ormas Pemuda Pancasila," jelas Rikwanto.

Ketika massa melewati posko Terpadu di Pejagalan maka dirusak posko tersebut, hal itu diketahui oleh petugas patroli. Kemudian, dengan dibantu oleh petugas Dalmas Polres Metro Jakbar, polisi melakukan penyisiran terhadap massa yang dipimpin langsung oleh Kapolres Jakbar Kombes Pol Suntana.

"Dari hasil penyisiran, berhasil diamankan sejumlah barang bukti yakni kendaraan roda dua sebanyak 45 unit, anak panah 71 buah, busur empat buah, golok dan pedang 15 buah, ketapel lima buah, celurit dua buah, cocokan es satu buah, dan kelereng 60 butir serta para pelaku," paparnya kembali.

Pasalnya, penyerangan ke warung Leo diduga sebagai akibat balas dendam atas pengrusakan dan penurunan Bendera PP yang dilakukan oleh FBR pada Senin, (16/7/2012) pukul 02.00 WIB di Pos Terpadu di jalan Penjagalan Raya.

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.