Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Januari 2015 | 08:05 WIB
Hide Ads

PBNU: Isu SARA Tidak Bisa Diterima

Oleh : Karel Stefanus Ratulangi | Rabu, 18 Juli 2012 | 19:45 WIB
PBNU: Isu SARA Tidak Bisa Diterima
Said Aqil Siradj - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj menyayangkan munculnya isu-isu berbau suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), dalam Pemilukada DKI Jakarta.

"Isu-isu kampanye hitam seputar agama dan etnis, itu adalah isu lama, dan isu semacam itu sudah tidak diterima lagi masyarakat," ucap Said Aqil Siradj, di Universitas Indonesia, Rabu (18/7/2012).

Ia juga berpesan siapapun yang akan menjadi Gubernur DKI Jakarta periode mendatang, harus bisa berlaku adil dan mampu menyatukan semua golongan masyarakat di Jakarta. "Pemimpin itu harus bersih, adil, capabel, dan mampu menyatukan masyarakat muslim - non muslim, jawa - non jawa," ujarnya.

Senada dengan itu Ketua PBNU, pengamat sosial, Romo Mudji Sutrisno, menegaskan bahwa kampanye hitam mengenai anti pluralis, rasialis, etnis serta desa dan kota itu sudah usang. Ia mengatakan inti demokrasi adalah kematangan pemilih. "dari putaran pertama, masyarakat Jakarta rasionalis dan mencintai Indonesia yang pluralis, disamping itu diimbangi dengan kemajemukan dan masyarakat yang anti dengan korupsi," ucapnya.

Ia yakin, semakin isu tersebut dihembuskan maka akan makin mendewasakan masyarakat Jakarta untuk lebih rasional. "Yang anti Indonesia pluralis dan anti Indonesia Nasionalis akan pudar dengan sendirinya. Hakekat hidup bersama adalah kemajemukan dan perbedaan itu sendiri," tandasnya.[bay]

Tag :

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.