INILAH.COM, Jakarta - Terkait masalah banjir yang terjadi di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengakui jika sebagian besar sungai di Jakarta sudah 30 tahun tidak dikeruk. Ia mengatakan, tidak dikeruknya sebagian sungai menyebabkan masalah genangan di Jakarta hingga saat ini belum teratasi.
Menurutnya, dengan dilakukannya pengerukan sungai dapat membuat aliran air yang menuju ke laut semakin bertambah. Sehingga dapat mengurangi genangan yang terjadi dibeberapa titik di Ibukota. Fauzi Bowo menegaskan, terkait masalah tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah meminta bantuan pemerintah pusat untuk pengucuran dana guna melakukan pengerukan.
"Kendala yang dihadapi adalah dana. Saya sudah bilang ke pemerintah pusat, tapi sampai saat ini sungai-sungai tersebut tak pernah dikeruk. Waktu itu saya sepakat dengan Menteri Keuangan untuk pinjam (dana). Saya terpaksa pinjam, karena kalau tidak dikerus secara bersamaan dan sistematis tidak akan menyelesaikan masalah," ucap Fauzi Bowo, saat menerima kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di Balaikota Jakarta, Rabu (18/7/2012).
Ia juga menjelaskan, Pemprov DKI sudah berbicara dengan World Bank mengenai pinjaman tersebut, dan dalam waktu dua bulan sudah cair dana pinjaman untuk pengerukan sungai tersebut. Akan tetapi, lanjutnya, eksekusi pengerukan sungai ini terkendala regulasi.
"Sampai Gubernurnya sudah mau habis jabatannya, belum juga dikeruk. Ini masalah regulasi. Karena pengerukan ini secara teknis, tanggung jawabnya ada pada pemerintah pusat, Pemprov DKI, serta Balai Besar Sungai Ciliwung dan Cisadane. Saat ini pengerukan sudah masuk proses tender, dan bulan Oktober mungkin sudah bisa dikeruk," tandasnya.[bay]