Rabu, 26 November 2014 | 08:21 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tudingan Money Politics Strategi Jatuhkan Kandidat
Headline
pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto - IST
Oleh: Ahmad Farhan Faris
metropolitan - Rabu, 18 Juli 2012 | 06:15 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Pertarungan untuk merebutkan kursi DKI 1 semakin sengit dan memanas, segala cara dilakukan guna menduduki jabatan Gubernur DKI Jakarta.

Padahal, semua berjanji akan memberikan pendidikan serta pemahaman politik dewasa kepada warga Jakarta. Namun, hanya menjadi cuapan bibir manis.

Berdasarkan hasil sementara quick count pasangan Joko Widodo-Basuki T Purnama mengungguli pasangan incumben Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Dengan demikian, bisa dipastikan kedua nama pasang calon itu yang akan bertarung di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Menurut pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto memang pertarungan putaran kedua ini akan semakin sengit, karena sudah langsung head-to-head dua kandidat. Biasanya, atmosfir rivalitasnya makin eksplosif dan to the point mengarah ke kandidat yang bertarung.

"Jadi, tuduhan money politics itu tentu satu di antara strategi attacking yang tujuannya untuk delegitimasi lawan," ujar Gun Gun kepada INILAH.COM, Jakarta, Rabu, (18/7/2012).

Pasalnya, tuduhan hanya mengarah kepada dua kandidat yakni Fauzi Bowo dan Joko Widodo meskipun banyak kandidat lainnya. "Namun, berhubung karena yang lolos ke putaran kedua Fauzi dan Jokowi, dan tuduhan tersebut tentu bagian dari upaya menurunkan popularitas sekaligus elektabilitas 2 sosok ini di putaran kedua," terangnya.

Memang, ini hal yang sangat mudah terdeteksi motivasinya adalah ronde final 20 September 2012 nanti. Kubu Fauzi maupun Jokowi masih sangat mungkin melakukan banyak hal untuk menurunkan derajat keterpilihan masing-masing lawan mereka.

"Memang, kalau tidak faktual akan blunder atau menjadi efek bumerang, karena publik akan melihat ini semacam 'bubble politics' yang sesungguhnya tidak akan sampe tuntas, kecuali kalau masing-masing pihak punya bukti kongkrit dan bisa diverifikasi pihak penyelenggara pemilu dan pengawas, maka bisa saja itu menjadi sesuatu yang akan punya implikasi serius," ungkapnya.[jat]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER