Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 2 Agustus 2015 | 19:18 WIB
Hide Ads

Pilgub DKI Putaran Kedua

Timses Cagub DKI Jakarta Tak Boleh Picu Konflik

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Selasa, 17 Juli 2012 | 03:43 WIB

Berita Terkait

Timses Cagub DKI Jakarta Tak Boleh Picu Konflik
inilah.com/wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Eskalasi politik pada Pemiulkada DKI 2012 pasca pemilihan 11 Juli semakin meningkat. Terlebih dalam hasil penghitungan cepat, pasangan Jokowi-Ahok unggul dibandingkan pasangan incumbent Fauzi Bowo-Nachrowi.

Kedua pasangan yang dimungkinkan bertarung pada putaran kedua itu berpotensi memicu peningkatan emosional pendukung di tingkat akar rumput.

Karena itu, situasi dan kondisi jelang putaran kedua harus disikapi secara arif dan bijaksana oleh seluruh lapisan masyarakat. Begitupun dengan tim sukses dan pendukungnya.

"Tim sukses dan para pendukungnya harus mampu menanggapi pilkada ini secara positif. Belajarlah berpolitik yang sehat dan dewasa, tidak mudah terpancing emosi," ujar Ketua Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I), Tom Pasaribu, Senin (16/7/2012).

Dalam pertarungan politik, lanjut Tom, pasti ada yang menang dan kalah. Karena itu, dirinya menyarankan agar para tim sukses kedua pasangan yang akan bertarung di putaran kedua bisa menahan diri. Sehingga para pendukungnya tidak melakukan hal-hal yang bisa mengarah pada ketidaknyaman di tengah masyarakat. "Apalagi memasuki bulan puasa. Jangan sampai kehikmatan dalam menjalankan ibadah terganggu," tandasnya.

Biasanya pasca diketahuinya hasil penghitungan suara, terdapat kecenderungan peningkatan emosional di kubu masing-masing tim sukses. Peningkatan emosional itu justru mulai menular sedikit demi sedikit di tengah masyarakat. "Inilah yang harus diantisipasi. Tentunya harus dimulai dari masing-masing tim sukses," tutur Tom.

Dirinya menambahkan, menciptakan situasi dan kondisi damai di Jakarta tentunya menjadi harapan bagia seluruh lapisan masyarakat. Sehingga upaya membangun kesejahteraan masyarakat tidak mendapatkan distorsi dari permainan politik. "Kalau Jakarta aman dan nyaman, masyarakat tenang mencari nafkah," tukas Tom.

Tag :

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.