Sabtu, 1 November 2014 | 02:11 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ahok Blunder Politik Bagi Jokowi
Headline
pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama - inilah.com/Ardhy Fernando
Oleh: R Ferdian Andi R
metropolitan - Senin, 16 Juli 2012 | 13:05 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Hasil hitung cepat Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta menempatkan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama meraih suara teratas di kisaran 42-43 persen. Publik mengunggulkan pasangan ini sebagai pemenang dalam putaran kedua kelak. Berhasilkah?

Euforia Jokowi kini melanda Jakarta. Fenomena ini setelah hasil hitung cepat berbagai lembaga menempatkan Joko Widodo-Ahok di urutan pertama mengalahkan kandidat petahana Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Bahkan, tak sedikit yang memprediksikan pasangan Jokowi-Ahok akan mengulang suksesnya di Pemilukada putaran kedua kelak pada 20 Spetember 2012.

Namun, kalkulasi dan ekspektasi politik terhadap Jokowi-Ahok ini tidak menutup kemungkinan meleset total. Harus diingat, politik cukup dinamis. Kesenangan publik terhadap duet ini dipengaruhi oleh persepsi yang dibangun terhadap kandidat ini.

Jika melihat pengalaman saat kampanye Pemilukada di putaran pertama lalu, tak jarang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kerap membuat blunder dengan pernyataan politik yang justru kontraproduktif.

Seperti pernyataan akhir pekan lalu yang menyebutkan pihaknya tidak akan menjalin koalisi dengan calon gubernur yang kalah saat putaran pertama sebelumnya. Ia menegaskan lebih baik menjalin silaturahmi. Membangun koalisi saat ini belum tepat. "Bukan dalam rangka koalisi. Sekarang ini warga DKI yang dipilih bukan hanya bungkusnya tapi isi. Akal sehat utuk memilih timbul," kata Ahok usai diskusi di Jakarta, akhir pekan lalu.

Pernyataan Ahok memang logis. Namun pernyataan itu berpotensi menimbulkan salah paham di antara kandidat gubernur lainnya. Ikhtiar membangun komunikasi politik yang telah dirajut Jokowi sebelumnya bisa saja bubar di tengah jalan.

Pernyataan Ahok lainnya saat merespons penolakan kelompok tertentu terkait rencana konser Lady Gaga awal Juni lalu. Saat itu, Ahok menghadap-hadapkan antara konstitusi dan ayat suci. Ahok mengkritik sikap pemeluk agama tertentu yang menjadikan dalil agama untuk menolak Lady Gaga. Menurut dia, kitab suci hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, sehingga lebih tepat untuk patuh kepada kitab konstitusi. "Kita tidak boleh taat pada ayat suci. Kita taat pada ayat-ayat konstitusi," ujar Ahok.

Secara substansi pernyataan Ahok tidak ada masalah. Namun, pernyataan di saat berkompetisi politik seperti Pemilukada DKI ini, jelas pernyataan itu menjadi lahan empuk dijadikan materi kampanye hitam kepada pasangan ini.

Jika merujuk konstalasi sebelum dan sesudah Pemilukada DKI di putaran pertama beberapa waktu lalu, figur Ahok memang kerap menjadi celah untuk mendegadrasi pasangan ini. Isu ras yang kerap dimunculkan jelas ditujukan kepada Ahok yang memang beretnis Tionghoa.

Meski dalam Pemilukada putaran pertama pasangan Jokowi-Ahok melenggang dengan memperoleh suara terbanyak, bukan berarti tren ini secara otomatis juga akan didapat saat Pemilukada putaran kedua mendatang. Faktor Ahok yang kerap membuat pernyataan blunder bisa saja menjadi sasaran empuk rivalnya untuk dijadikan materi politik hitam terhadap pasangan ini. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
deri
Rabu, 18 Juli 2012 | 11:32 WIB
(Faktor Ahok yang kerap membuat pernyataan blunder bisa saja menjadi sasaran empuk rivalnya untuk dijadikan materi politik hitam terhadap pasangan ini)Termasuk media2 yang pro terhadap cagub dan cawagub yang kalah. pisss
robaetal a'la
Selasa, 17 Juli 2012 | 15:45 WIB
saya kecewa dengan pernyataan pak Ahok yang menyindir salah atu agama, karena Agama tertentu juga kan pnya hak untuk berpendapat dan meyakini keyakinanya.seperti yang di jamin UUD.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER