Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 3 Juli 2015 | 09:36 WIB
Hide Ads

Alex-Nono Diduga Lakukan Praktik Politik Uang

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Jumat, 6 Juli 2012 | 05:30 WIB
Alex-Nono Diduga Lakukan Praktik Politik Uang
inilah.com/Ardhy Fernando

INILAH.COM, Jakarta - Pasangan Cagub/Cawagub DKI Jakarta, nomor urut Enam Alex Noerdin-Nono Sampono diduga melakukan praktik politik uang.

Dugaan tersebut dilontarkan Panwaslu DKI Jakarta, yang mengaku menemukan unsur politik uang dalam kegiatan kampanye di Ciracas, Jakarta Timur, kemarin. Dugaan praktik ini berupa saweran kepada penyanyi yang memeriahkan kegiatan kampanye.

Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdhansyah mengatakan, jika saweran tersebut terbukti sebagai politik uang, pasangan Alex-Nono yang maju sebagai pasangan nomor urut enam, terancam pidana penjara dan statusnya sebagai Cagub/Cawagub DKI Jakarta dibatalkan.

"Jika benar, mereka terancam pasal 82 Undang-Undang 32 tahun 2004, dengan ancaman pidana penjara plus dibatalkan sebagai pasangan calon oleh DPRD Provinsi," kata Ramdhansyah.

Dugaan praktik uang tak hanya terjadi dalam kegiatan kampanye di Ciracas, Jakarta Timur. Minggu lalu, Panwas tengah mengkaji tawaran dana asuransi kesehatan dari tim sukses Alex-Nono.

Terkait dugaan tersebut, anggota tim sukses Alex-Nono Fatah Ramli membantah adanya dugaan politik uang. Menurutnya hal yang dicurigai Panwaslu adalah pembagian honor kerja anggota tim sukses.

Jika dua dugaan praktik politik uang ini terbukti, maka akan menjadi ganjalan bagi Alex Noerdin dan Nono Sampono untuk berebut kursi DKI 1 dan DKI 2.

Sementara itu ganjalan yang menghadang langkah gubernur Sumatera Selatan untuk maju sebagai gubernur DKI Jakarta tersebut juga kabar adanya dugaan korupsi yang dilakukan Alex Noerdin saat menjabat sebagai Bupati Banyu Asin.

Saat menjabat Bupati Banyu Asin, Alex Noerdin diindikasi terlibat kasus korupsi sejumlah proyek, salah satu di antaranya proyek pelebaran jalan, pembangunan RSUD serta pengadaan alat kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Banyu Asin.

Adanya sejumlah kasus tersebut diketahui dari berkas-berkas dengan tanda tangan Alex Noerdin saat menjabat sebagai bupati. dit]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.