Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 31 Juli 2015 | 16:22 WIB
Hide Ads

Konflik Internal, Jadi Kendala Alex di Pilgub DKI

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Senin, 2 Juli 2012 | 23:30 WIB
Konflik Internal, Jadi Kendala Alex di Pilgub DKI
Inilah.com/Ardhy Fernando

INILAH.COM, Jakarta - Pengalihan dukungan Partai Damai Sejahtera (PDS) serta mengalirnya dukungan arus bawah Partai Golongan Karya (Golkar) dari pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono ke pasangan Cagub/Cawagub Fauzi Bowo-Nachrawi Ramli, membuktikan adanya konflik internal ditubuh tim pemenangan Alex-Nono.

Konflik yang terjadi di tubuh partai koalisi ini diprediksi akan menjadi ganjalan serta mempengaruhi dukungan pasangan Alex-Nono dalam Pemilukada DKI Jakarta 2012 ini. "Dengan konflik yang terjadi, peluang pasangan Alex-Nono menang dalam Pemilukada DKI Jakarta, cukup sulit," kata pengamat politik Ibukota, Amir Hamzah, Senin (2/7/2012).

Bahkan, lanjut Amir, pengalihan dukungan tak hanya dilakukan oleh kader-kader di dua partai tersebut saja, indikasi yang sama juga dialami partai pendukung pasangan Alex-Nono lainnya, yakni PPP. "Meski secara kepartaian PPP mendukung pasangan Alex-Nono, namun kader PPP yang berada di akar rumput telah mengalihkan dukungannya ke Foke-Nara," ungkapnya.

Dirinya kembali menegaskan, sebanyak lebih dari 40 persen dukungan yang berada di akar rumput PPP atau pun Golkar telah beralih ke pasangan Foke-Nara. Bahkan belakangan organisasi-organisasi yang berada dibawah Golkar, seperti FKPPI DKI. MKGR serta Sentral Organisasi Karyawan Swadir Indonesia (Soksi) DKI Jakarta terpecah suaranya dimana sebagian anggota mendukung pasangan Foke-Nara.

"Dari beberapa konflik yang terjadi baik ditubuh partai pendukung maupun organisasi yang bernaung didalam partai pendukung menjadi penyebab sulitnya pasangan Alex-Nono untuk keluar sebagai pemenang dalam Pemilukada DKI Jakarta," ungkap Amir.[dit[

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.