INILAH.COM, Jakarta - Pengalihan dukungan Partai Damai Sejahtera (PDS) serta mengalirnya dukungan arus bawah Partai Golongan Karya (Golkar) dari pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono ke pasangan Cagub/Cawagub Fauzi Bowo-Nachrawi Ramli, membuktikan adanya konflik internal ditubuh tim pemenangan Alex-Nono.
Konflik yang terjadi di tubuh partai koalisi ini diprediksi akan menjadi ganjalan serta mempengaruhi dukungan pasangan Alex-Nono dalam Pemilukada DKI Jakarta 2012 ini. "Dengan konflik yang terjadi, peluang pasangan Alex-Nono menang dalam Pemilukada DKI Jakarta, cukup sulit," kata pengamat politik Ibukota, Amir Hamzah, Senin (2/7/2012).
Bahkan, lanjut Amir, pengalihan dukungan tak hanya dilakukan oleh kader-kader di dua partai tersebut saja, indikasi yang sama juga dialami partai pendukung pasangan Alex-Nono lainnya, yakni PPP. "Meski secara kepartaian PPP mendukung pasangan Alex-Nono, namun kader PPP yang berada di akar rumput telah mengalihkan dukungannya ke Foke-Nara," ungkapnya.
Dirinya kembali menegaskan, sebanyak lebih dari 40 persen dukungan yang berada di akar rumput PPP atau pun Golkar telah beralih ke pasangan Foke-Nara. Bahkan belakangan organisasi-organisasi yang berada dibawah Golkar, seperti FKPPI DKI. MKGR serta Sentral Organisasi Karyawan Swadir Indonesia (Soksi) DKI Jakarta terpecah suaranya dimana sebagian anggota mendukung pasangan Foke-Nara.
"Dari beberapa konflik yang terjadi baik ditubuh partai pendukung maupun organisasi yang bernaung didalam partai pendukung menjadi penyebab sulitnya pasangan Alex-Nono untuk keluar sebagai pemenang dalam Pemilukada DKI Jakarta," ungkap Amir.[dit[