Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Desember 2014 | 06:42 WIB
Hide Ads

Maling Motor Dibakar Hidup-Hidup

Oleh : - | Minggu, 27 Mei 2012 | 03:05 WIB
Maling Motor Dibakar Hidup-Hidup
foto: Ilustrasi

INILAH.COM, Sumenep - Jumaksir alias Dul Maksir (30), tewas setelah dibakar oleh massa yang mengamuk. Ketika itu, dia hendak mencuri sepeda motor.

Namun, aksi pencurian yang dilakukan oleh warga Desa Keles, Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep ini kepergok warga hingga dibakar hidup-hidup.

Informasi di lapangan, aksi pembakaran itu terjadi ketika Dul Maksir tengah melakukan aksi pencurian sepeda motor di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru. Karena kepergok, spontan warga langsung meneriakinya maling dan massa mengejarnya.

Dul Maksir berusaha kabur bersama sepeda motor hasil curiannya. Namun massa berhasil menangkap Dul dan langsung dihajar habis-habisan. Warga kesal karena tersangka diduga sudah beberapa kali melakukan aksi pencurian di wilayahnya. Tersangka sempat dilempari batu sebelum akhirnya disiram bensin dan dibakar hingga tewas.

Namun versi lain yang berkembang, Dul Maksir memang diincar warga karena dicurigai kerap melakukan pencurian sepeda motor, diketahui melintas di Desa Kalebbengan, Kecamatan Rubaru, mengendarai sepeda motor pinjaman. Warga langsung meneriaki maling dan mengejar hingga Desa Pakondang. Saat tertangkap, Dul Maksir dihajar massa dengan batu dan kayu, hingga akhirnya disiram bensin dan dibakar hingga tewas.

Kabag Operasional Polres Sumenep, Komisaris Polisi Edy Purwanto mengungkapkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap aksi penganiayaan yang menyebabkan Jumaksir tewas. "Kami juga meminta keterangan sejumlah saksi terkait aksi kekerasan massa itu," katanya, Sabtu (26/5/2012).

Edy menambahkan, pihaknya juga masih melakukan penyelidikan terkait informasi Jumaksir merupakan tersangka pelaku pencurian sepeda motor. "Informasi yang kami terima dari warga, korban ini tersangka pelaku pencurian sepeda motor yang memang diincar. Tapi kami masih lakukan penyelidikan kasus itu," ungkapnya.

Saat ini jenazah Jumaksir dibawa ke Rumah Sakit Daerah dr. H. Moh. Anwar, untuk dilakukan otopsi. [beritajatim/gus]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Login with