Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 15:13 WIB

Sebelum Dikeroyok, Arifin Tusuk Anggota Geng Motor

Oleh : Anton Hartono | Senin, 23 April 2012 | 18:45 WIB
Sebelum Dikeroyok, Arifin Tusuk Anggota Geng Motor
ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui Kelasi Arifin, anggota TNI yang tewas dikeroyok di Jalan Benyamin Sueb, sempat menyabetkan sangkur ke arah salah seorang pemuda yang tengah menonton balapan liar.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, AKBP Didi Hayamansyah mengatakan dari hasil keterangan salah seorang saksi bernama Oky Juwana, menyebutkan sebelumnya, Kelasi Arifin terlebih dulu menyabetkan sangkur ke arah Oky saat ia akan dikeroyok di Jalan Benyamin Suaeb, Jakarta Utara pada 31 Maret 2012.

"Saksi O adalah juga korban dalam peristiwa itu. Dia ditusuk dengan sangkur oleh Kelasi Arifin, saat berusaha lari menghindar dari keroyokan," kata Didi, Senin (23/4/2012).

Dari keterangan Oky juga, akhirnya petugas berhasil menangkap lima orang tersangka yang terlibat dalam pengeroyokan, dan menyebabkan tewasnya Kelasi Arifin.

Peristiwa itu bermula saat ada serempetan antara truk kontainer dengan Toyota Avanza. Dan kedua sopir pun berencana akan berdamai, namun ketika itu posisi truk menghalangi jalur para pebalap liar yang akan lewat. Pada saat itulah Michael Tri (20) langsung menaiki truk kontainer bermaksud menyuruh sopir untuk ke pinggir.

Bersamaan dengan itu, Kelasi Arifin datang bermaksud ingin membantu kedua sopir dari para komunitas sepeda motor dengan mengeluarkan sangkur miliknya. Terkait hal ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Rikwanto menambahkan bahwa antara sopir truk dengan Arifin tidak saling kenal dan tidak ada hubungan apa-apa. "Mungkin ia merasa terpanggil untuk membantu saja," kata Rikwanto.

Melihat hal itu, Michael secara spontan berteriak ke arah pemuda lainnya, 'Ada Ambon ngamuk bawa sangkur', hingga akhirnya seluruh orang yang berada di Jl Benyamin Suaeb mengerumuni Arifin. Karena ketakutan, Arifin melarikan diri dan sempat menusukkan sangkur ke arah Oky yang berada di tengah jalan.

Oky juga mengaku terpancing oleh teriakan Michael untuk melihat kerumunan orang ambon yang mengamuk membawa sangkur. Namun ternyata dia malah terkena tusuk oleh Arifin yang sedang melarikan diri.

Oky menderita luka tusuk ringan di bagian perut yang keesokan harinya langsung dimintai keterangan oleh polisi. Kemudian, polisi menangkap lima tersangka yang terlibat pengeroyokan dengan Pasal 170 KUHP tentang tindak penyerangan secara bersama-sama dengan ancaman kurungan di atas lima tahun.[bay]

 
x