Jumat, 25 April 2014 | 15:10 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Hubungan Suami Istri Jangan Karena Terpaksa
Headline
Foto: Ilustrasi
Oleh:
metropolitan - Selasa, 24 April 2012 | 07:07 WIB

SEORANG ibu menuturkan sejak menikah 10 tahun lalu tidak bisa menikmati apa yang namanya berhubungan intim suami istri. Awal-awalnya mau menjalaninya ketika diajak suami karena terdorong keinginan untuk memiliki keturunan.

Nah setelah memiliki dua anak, si ibu tadi jadi jadi sering menolak kalau suami menginginkan menyalurkan hasrat seksualnya. Si ibu ini mengaku merasa khawatir dengan kondisi ini dan ingin mencari jalan keluarnya. Apalagi ia juga tidak mau suaminya ‘jajan’ di luar.

Dalam kasus seperti ini, jalan keluarnya adalah pada diri si ibu sendiri. Apa yang dilakukan si Ibu dengan berani curhat adalah awal yang baik. Sebab menunjukan bahwa si ibu mengingin agar kondisi yang dihadapi dapat menjadi lebih baik.

Kalau ditelusuri memang ada sejumlah istri yang melakukan hubungan dengan suami hanya karena terpaksa. Setidaknya ada tiga penyebabnya. Pertama, karena paradigma yang keliru. Sebagian istri memiliki anggapan bahwa seks adalah kewajiban yang harus dilakukan untuk memuaskan suami dan mendapatkan keturunan. Maka bila keturunan sudah didapatkan, atau suami mendapat kepuasan, istri merasa telah memenuhi kewajiban dengan baik.

Memang seks memiliki demensi prokreatif. Artinya melalui cara ini, Sang Pencipta menghadirkan generasi demi generasi ke muka bumi ini. Seks memang juga kewajiban yang harus dilakukan seseorang bagi pasangannya, dalam ikatan pernikahan.

Namun sebenarnya seks dirancang Sang Pencipta sebagai sarana rekreasi. Maka seks bisa dinikmati oleh sepasang kekasih, dalam ikatan pernikahan. Dan melalui cara ini pasangan kekasih bisa berbagi kesenangan dan kepuasan yang akan semakin memperkuat ikatan cinta mereka berdua.

Penyebab kedua adalah karena disorgasme. Ada cukup banyak istri yang sulit atau bahkan tidak pernah menikmati kepuasan dalam berhubungan dengan suaminya. Tentu bisa dipahami bahwa lama kelamaan para istri seperti itu akan enggan, bahkan menolak atau melakukan hubungan intim dengan cara terpaksa.

Hal itu seperti itu bisa di atasi bila para istri itu mau datang kepada konsultan seks untuk menemukan penyebab serta upaya penyembuhannya. Namun sebelum menempuh jalan itu barangkali upaya pengobatan secara mandiri seperti kagel training bisa menolong.

Ketiga, karena mengalami disfungsi seksual. Artinya seorang istri mengalami penurunan gairah seksual yang pada gilirannya membuat merasa terpaksa jika suami menghendaki hubungan intim. Gangguan ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Seperti tekanan emosional yang berat, kelelahan akibat tugas-tugas di rumah, atau di tempat kerja. Bahkan bisa pula diakibatkan karena gangguan hormonal.

Itulah mengapa perlu menjalani hidup yang teratur dan seimbang. Namun bila langkah tersebut belum mendatangkan hasil yang memuaskan datanglah kepada konsultan seks. Semoga ia bisa membantu menemukan solusi yang lebih baik.

Seks itu dalam pernikahan indah dan patut dinikmati sebagai anugrah Allah yang suci. Karena itu jangan lagi melakukannya karena terpaksa.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.