Find and Follow Us

Selasa, 12 November 2019 | 16:29 WIB

Pengusaha Keluhkan Krisis Stok Daging di Jakarta

Oleh : Irvan Ali Fauzi | Sabtu, 10 Maret 2012 | 01:25 WIB
Pengusaha Keluhkan Krisis Stok Daging di Jakarta
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Jakarta bakal terancam krisis daging sapi. Pasalnya, kelangkaan daging untuk konsumsi menyebabkan harga bahan konsumsi itu menjadi mahal.

Diungkapkan oleh Ketua Komite Daging Sapi DKI Jakarta Sarman Simanjorang, konsumsi daging sapi untuk DKI Jakarta mencapai 50-60 ribu ton per tahun. Sementara harga daging sapi di pasar sudah mencapai Rp70 ribu hingga Rp80 ribu sedangkan normalnya Rp60 ribu hingga Rp65 ribu. Kenaikan itu, katanya, sudah seperti kenaikan saat menjelang lebaran.

"Ada kenaikan 25 persen, padahal ini bukan hari raya. Belum lagi wacana kenaikan BBM awal nanti, bisa lebih tinggi harganya. Makanya kami meminta pemerintah untuk cepat bergerak menyikapi hal ini," keluh Sarman di depan wartawan di Jakarta, Jumat (9/3/2012)

Kelangkaan itu, disinyalir karena daerah-daerah pemasok daging sapi untuk Jakarta mengalami kekurangan stok. Terlebih, kini daerah-daerah penyuplai daging sapi ke Jakarta tidak lancar lagi seperti Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten. Karena stok mereka sendiri kian menipis.

"Kalau daerah penyuplai saja kekurangan stok darimana kita mendapatkan daging. Kalau tidak diantisipasi maka April dan Mei di Jakarta dan sekitarnya akan krisis daging sapi dan kenaikan harga tidak terjangkau," kata dia.

Karena itu Komite Daging Sapi DKI Jakarta dan yang beranggotakan 5 asosiasi dan 2 organisasi
pendukung. Tujuannya pembetukan Komite ini untuk membantu ketersediaan dan stabilisasi harga daging sapi di Jakarta yang mulai naik

Dampaknya kata Sarman akan merugikan konsumen dan menurunnya sektor usaha kuliner yang tergantung dengan daging seperti pedagang baso, pembuat abon, sate, dan panganan lainnya.
"Bangkrutnya ribuan pedagang bakso yang mengandalkan daging sapi. Masyarakat tidak akan mampu mengkonsumsi daging sapi. Pemerintah gagal menyediakan harga daging sapi yang ekonomis bagi masyarakat," keluh Sarman lagi.

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah kuota daging sapi khusus DKI Jakarta dipenuhi mengingat kebutuhan sapi di Jakarta murni 100 persen suplai dari luar.

"Apalagi tenaga kerja yang terlibat di tata niaga daging lebih kurang 1.006.360 orang. Dengan omzet perputaran uang Rp 20 triliun," pungkasnya.

Diungkapkan oleh pengusaha meminta suplai daging sapi konsumsi lancar. Maka itu kran importasi yang terlanjur distop supaya dibuka kembali. "Untuk itu kita minta kepada pemerintah DKI Jakarta khususnya diberikan kuota khusus impor daging sapi untuk konsumsi," tambahnya.

Sekedar diketahu, tahun 2012 pemerintah mengurangi kuota impor daging menjadi 34 ribu ton. Dimana pada tahun 2011 Indonesia mengimpor 100 ribu ton.

Komentar

Embed Widget
x