Find and Follow Us

Minggu, 17 November 2019 | 04:07 WIB

LKB: Hindari Pernyataan Provokasi Jelang Pilkada

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Senin, 27 Februari 2012 | 19:26 WIB
LKB: Hindari Pernyataan Provokasi Jelang Pilkada
Foto: Ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Lembaga kebudayaan Betawi (LKB), tidak setuju jika Fauzi Bowo dinilai telah gagal dalam menjalankan roda pemerintahan. LKB menilai pernyataan tersebut hanya untuk menjatuhkan nama Fauzi Bowo menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada).

"Pernyataan itu cukup tendensius manakala disampaikan menjelang pemilukada 2012. Harusnya tokoh nasional bisa lebih bersikap netral, dan menghindari provokasi. Solusi dari sejumlah masalah yang terjadi di ibukota yang diberikan para tokoh nasional tersebut yang lebih dibutuhkan," kata Ketua Umum Lembaga kebudayaan betawi (LKB), Tatang Hidayat.

Lebih lanjut dia mengatakan, mencermati komentar sejumlah tokoh nasional akhir-akhir ini terhadap kinerja gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang dinilai gagal, cenderung sarat kepentingan politik dan pragmatis. Karena lanjut Tatang, tidak seyogyanya seorang tokoh nasional yang pernah menjadi pimpinan nasional tidak bisa menjaga netralitas, bahwa pernyataannya tersebut lebih bernilai subjektif yang titik beratnya sarat kepentingan.

"Bahwa parameter keberhasilan kinerja gubernur Fauzi Bowo dapat dilihat dari berbagai sisi, tidak hanya satu sisi saja. Kemajuan pembangunan ibukota tidak hanya soal kemacetan semata, banyak bidang-bidang pemenuhan hak dasar yang dilakukan Fauzi Bowo sangat dirasakan warga Jakarta seperti bidang kesehatan dan pendidikan," jelasnya.

Misalnya dalam bidang pendidikan, sepanjang tahun 2011, pemprov DKI melalui Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah memberikan beasiswa 10.374 pelajar SMP yang rawan putus sekolah dengan total anggaran sebesar Rp 31,445 miliar. Kemudian, pada 2012 alokasi anggaran bidang pendidikan mencapai 28,93% dari total APBD, atau sekitar Rp 9,78 Trilyun.

"Pada tahun 2013 atau 2014 Insya Allah Wajib Belajar 12 Tahun, akan dilaksanakan di DKI Jakarta," ucapnya.

Menurut mantan komandan nasional Banser NU ini dalam bidang transportasi keberhasilan Fauzi Bowo salah satunya dapat dilihat dari program busway. "Soal kemacetan berbagai upaya konkret telah dilaksanakan Pemprov DKI seperti TransJakarta. Bicara Jakarta bukan hanya beban Pemprov DKI, Jakarta sebagai ibukota negara tidak lepas dari peran pemerintah pusat," ujarnya.[bay]

Komentar

Embed Widget
x